Ricuh dengan Sopir Taksi, Go-Jek Tetap Beroperasi di Pekanbaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi gojek bersama penumpang terlihat di kawasan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 16 November 2015. Mulai hari ini, Gojek resmi beroperasi untuk wilayah kota Yogyakarta dan sekitarnya. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang pengemudi gojek bersama penumpang terlihat di kawasan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 16 November 2015. Mulai hari ini, Gojek resmi beroperasi untuk wilayah kota Yogyakarta dan sekitarnya. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Kericuhan antara pengendara Gojek dengan sopir taksi di Pekanbaru, Riau ternyata tidak menghentikan operasional perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut. Supervisor Gojek Pekanbaru, Wandi, mengatakan masalah kericuhan antara pengendara Gojek dengan sopir taksi sudah dilaporkan ke kantor pusat.

    "Kami sudah melaporkannya, dan kami masih menunggu kebijakan apa yang akan diambil mengenai masalah ini," katanya pada Senin, 21 Agustus 2017.

    Sementara itu soal operasional Gojek, Wandi memastikan tidak ada penghentian layanan kepada pelanggan meski terjadi masalah kericuhan di lapangan. Sebelumnya dari informasi kepolisian, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH telah menerima laporan dari korban pemukulan atas nama Arif Setiawan, yang merupakan seorang pengendara Gojek. "Arif sudah melaporkan kasusnya ke Polresta dan sudah divisum, korban lain masih lidik, pelakunya juga masih kami selidiki," katanya.

    Baca: Ditolak di Bukittinggi, Go-Jek: Tidak Masalah

    Kombes Pol Susanto menjelaskan bahwa kejadian diduga berawal sekitar pukul 13.30 WIB pada Minggu, 20 Agustus 2017, dimana sopir taksi konvensional Puskopau dan Kopsi sengaja memesan Gojek dan Gocar dengan maksud menyamar sebagai penumpang. Itu untuk memastikan apakah transportasi berbasis aplikasi online tersebut masih beroperasi atau tidak setelah adanya spanduk pelarangan operasinya di Pekanbaru yang dipampang di Kantor Dinas Perhubungan setempat.

    "Saat itu Gocar datang ke Mall SKA menjemput penumpang sesuai pesanan. Seketika itu juga sopir-sopir taksi lebih kurang tujuh mobil yang sudah berkumpul marah dan langsung memukuli dan menggembosi ban mobil Gocar dan memberhentikan GoJek yang melintas," ujar Kapolres.

    Kemudian pada pukul 17.00 WIB para pengendara Gocar dan GoJek berencana melapor ke Kepolisian Sektor Tampan. Akan tetapi terjadi lagi keributan dan pengeroyokan oleh supir taksi konvensional terhadap pengendara GoJek bernama Arief Setiawan.

    Akibat kejadian itu, terjadi aksi pengendara GoJek yang jumlahnya lebih dari 100 mendatangi lokasi. Mereka mengamuk dengan menghancurkan dan mengejar sejumlah mobil taksi konvensional.

    Para pengendara Gojek memukul taksi dengan helm dan alat lainnya hingga ada mobil taksi yang pecah. Aksi tersebut membuat suasana ricuh karena disaksikan pula oleh masyarakat ramai.

    BISNIS | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.