Lewat IPEX, Transaksi Bank BTN Mencapai Rp 8,6 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menjelaskan fasilitan dan sistem kepemilikan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas menjelaskan fasilitan dan sistem kepemilikan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan potensi kredit baru sekitar Rp 8,36 triliun lewat pameran perumahan tahunan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. Managing Director Consumer Banking Bank BTN, Handayani, mengatakan capaian ini melebihi target awal yang diincar perseroan yaitu senilai Rp 5 triliun.

    Handayani menjelaskan potensi kredit baru yang terhimpun selama IPEX berlangsung ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan hunian sebagai tempat tinggal atau investasi masih tinggi. Sementara itu data Bank Indonesia menyebutkan, 75,54 persen konsumen masih memilih KPR sebagai fasilitas utama untuk membeli hunian.

    Sebabnya Bank BTN akan menjadikan capaian ini guna mencapai target penyaluran kredit pada akhir 2017 nanti. “Hingga kini fasilitas KPR masih menjadi pilihan masyarakat untuk memiliki rumah,” katanya dalam keterangan tertulis, Ahad, 20 Agustus 2017.

    Baca: BTN Dorong UMKM Go Digital

    Menurut Handayani, pameran properti tahunan ini digelar sebagai dukungan terhadap program satu juta rumah. "Sebagai integrator utama Program Satu Juta Rumah, kami optimistis lewat Pesta KPR ini, kami mampu mencapai target realisasi program nasional tersebut,” tuturnya.

    Ia menuturkan dari segmen konvensional, permohonan KPR terbesar berasal dari segmen KPR Non-Subsidi sektiar Rp 5,42 triliun. Sementara itu, prospek persetujuan KPR Subsidi mencapai sekitar Rp 921,37 miliar.

    Lewat IPEX ini BTN turut mencatatkan penambahan rekening konvensional baru mencapai lebih dari 10 ribu. Permohonan kredit baru melalui skema syariah juga mencatatkan kinerja positif, atau mencapai sekitar Rp 2,02 triliun.

    Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN mampu menambah sekitar 1.519 akun rekening baru dari ajang ini. Selain itu BTN mencatatkan pencapaian transaksi digital lewat BTN Properti sekitar Rp 56,3 miliar.

    Baca: KPR BTN Dipamerkan di IPEX 2017, Diklaim Miliki Banyak ...

    Dari transaksi selama IPEX 2017 kali ini, kata Handayani, pihaknya mencatat hunian di wilayah Bogor dan Bekasi menjadi lokasi yang paling banyak diminati pengunjung pameran. Dari Kantor Cabang (KC) BTN di Bogor, misalnya, nilai potensi KPR baru dari IPEX 2017 sekitar Rp 889,63 miliar. Diikuti KC BTN di Bekasi dengan nilai potensi KPR baru mencapai sekitar Rp 787,43 miliar.

    Dalam pameran yang menghadirkan 845 proyek perumahan tersebut, Bank BTN memberikan berbagai promo bagi para pengunjungnya. Promo yang ditawarkan yakni bunga KPR sebesar 5 persen fixed 1 tahun serta 6,5 persen fixed 3 tahun untuk  untuk KPR Non-Subsidi.

    Ada pula fasilitas uang muka (down payment/DP) untuk KPR Non-Subsidi mulai dari 5 persen, one hour approval, dan diskon hingga 20 persen untuk premi asuransi jiwa.

    Baca: BTN Siap Kembangkan Bisnis di Gorontalo

    Bank BTN juga menawarkan diskon biaya administrasi sebesar 50 persen, bunga 5 persen selama jangka waktu kredit, dan DP mulai 1 persen untuk program KPR Subsidi. Selain itu ada pemberian fasilitas KPR Bundling untuk kredit kendaraan bermotor dan furniture untuk isi rumah dan program promo menarik lainnya.

    Secara total, penyaluran KPR Bank BTN mencatatkan kinerja positif. Pada Juni 2017, KPR Bank BTN tumbuh di level 19,13 persen year on year menjadi Rp 127,49 triliun dari Rp 107,02 triliun pada Juni 2016.

    Menurut Handayani Bank BTN masih memimpin pangsa pasar KPR yakni sebesar 35,4 persen per 31 Maret 2017.  "Kami meyakini dengan berbagai gelaran pameran, promosi, serta inovasi bisnis yang dilakukan akan mampu mengerek naik pangsa pasar KPR ke level 40 persen pada 2019 mendatang," kata dia.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.