Darmin Sebut Pengembangan E-Commerce Bukan Hanya Soal Dana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan sambutan dalam ulang tahun ke-30 Bisnis Indonesia di Jakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, disamping masalah pendanaan, hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan e-commerce yang tengah berkembang adalah sumber daya manusia.

    "Ada banyak hal yang harus diperhatikan. Selain persoalan uang,  talenta juga penting," kata Darmin di Gedung Kemenko Perekonomian, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 20 Agustus 2017.

    Memang, kata Darmin, dengan masuknya suntikan dana segar ke perusahaan e-commerce, misalnya Tokopedia oleh Alibaba, bakal menjadi sarana bagi perusahaan itu untuk bisa melakukan pengembangan usaha  yang sebelumnya tidak bisa dilakukan. Namun, perkembangan ke depannya, tergantung kembali pada kapasitas perusahaan itu sendiri.  "Mudah-mudahan mereka bisa mengatasi itu (persoalan SDM). Sehingga ke depannya bisa berjalan baik. Kalau dua-duanya bisa berjalan, tentu akan baik," ucap Darmin.

    Pemerintah, kata Darmin, juga bakal menyokong dan membantu menyelesaikan permasalahan e-commerce. Sebab,  memang sudah menjadi fungsi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur usaha, eksternalitas, sumber daya manusia, dan lainnya. "Ada banyak hal yang tidak  bisa dilakukan dunia bisnis tapi bisa dilakukan pemerintah, misalnya ya talenta itu," ucapnya.

    Simak Pula: Alibaba Tanamkan Investasi di Tokopedia USD 1,1 Miliar

    Selain menyediakan pendidikan, Darmin menyebutkan tanggung jawab pemerintah adalah menyiapkan ekosistem dan iklim yang baik untuk menumbuhkembangkan usaha e-commerce, atau usaha pada umumnya, di Indonesia.

    "Dengan dukungan pendanaan, pajak dan lainnya, juga infrastruktur, karena itu  pemerintah membangun Palapa Ring. Itu kan infrastruktur untuk broadband, dan juga seluruh aktivitas e-commerce," ucap Darmin.

    Kemarin, raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba, menanamkan investasinya di Tokopedia senilai  US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Tokopedia menyatakan Alibaba menjadi pemegang saham minoritas di perusahaan tersebut.

    CAESAR AKBAR|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?