Ditjen Pajak Terima Penghargaan Inovasi Teknologi CIO 100

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hari ini menerima penghargaan CIO 100 sebagai pengakuan atas pemanfaatan teknologi secara inovatif dalam melaksanakan misi pengumpulan penerimaan negara. Penghargaan diberikan langsung kepada Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, dalam acara CIO 100 Symposium di hotel The Broadmoor, Colorado, Amerika Serikat 

    "Penghargaan diberikan atas pemanfaatan teknologi big data dan analitik yang mulai diterapkan sejak tahun 2014," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Hestu Yoga Saksama, dalam keterangan tertulis, Kamis, 17 Agustus 2017.

    Baca: Ditjen Pajak Perintahkan Satu Penunggak Disandera Setiap

    Yoga mengatakan hal itu sebagai bagian dari inisiatif Unified Data Architecture (DAWET/Data Warehouse Terintegrasi), sebuah teknologi informasi yang meliputi big data appliance, enterprise data warehouse appliance, dan deep analytics, untuk mengolah data dalam jumlah besar yang ada di Ditjen Pajak.

    Yoga berujar, dengan pemanfaatan teknologi tersebut, Ditjen Pajak dapat melakukan pencocokan data (data matching) Wajib Pajak yang diterima dari puluhan sumber eksternal termasuk kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah yang kemudian digunakan untuk kegiatan analitis dan pengawasan kepatuhan, termasuk mengidentifikasi risiko kecurangan pajak.

    Simak: Ditjen Pajak Bantah Aturan Baru Pajak Rugikan Industri Tekstil

    "Dengan teknologi ini petugas pajak diharapkan dapat melaksanakan tugas pengumpulan penerimaan negara secara lebih efektif dan efisien melalui peningkatan kepatuhan sukarela dan pengawasan yang lebih optimal," katanya. 

    Penghargaan CIO 100 adalah penghargaan skala internasional yang diberikan oleh grup media CIO terhadap perusahaan dan lembaga yang dinilai inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan nilai tambah terhadap organisasi. 

    "Penghargaan ini menunjukkan bahwa Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo terbukti tidak kalah bersaing dengan negara-negara maju," ujar Yoga.

    Penghargaan ini kata dia juga mendorong Ditjen Pajak untuk terus memanfaatkan teknologi informasi dalam cara-cara yang inovatif, khususnya di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Sehingga, Ditjen Pajak dapat menjawab pencapaian penerimaan negara secara optimal dan berkelanjutan.

    Yoga menambahkan peningkatan kapabilitas teknologi informasi saat ini juga menjadi bagian dari program Reformasi Perpajakan bersama inisiatif lain di bidang organisasi, proses bisnis, sumber daya manusia, dan kebijakan. 

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.