Pemerintah Targetkan Peringkat 40 Global Daya Saing Infrastruktur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan equistrian Pulomas sebagai fasilitas infrastruktur pendukung pelaksanaan Asian Games 2018, Jakarta, 1 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    Proyek pembangunan equistrian Pulomas sebagai fasilitas infrastruktur pendukung pelaksanaan Asian Games 2018, Jakarta, 1 Februari 2017. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan peringkat daya saing infrastruktur Indonesia menjadi peringkat 40 global. Target kementerian ini setelah peringkat daya saing infrastruktur Indonesia pada 2016 berhasil naik ke peringkat 60 meningkat 2 poin dari 2015 yang menempati posisi 62.

    "Bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, peringkat kita masih tertinggal," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yusid Toyib dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 16 Agustus 2017.

    Menurut Yusid, untuk meningkatkan daya saing tersebut,  Kementerian PUPR mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang terstruktur dan sistematis dalam rangka meningkatkan daya saing infrastruktur. Selain itu, pihaknya  akan mengumpulkan semua pihak terkait seperti badan usaha jasa konstruksi, perusahaan teknologi dan rantai pasok energi, asosiasi badan usaha, asosiasi profesi, akademisi dan investor untuk membahas percepatan infrastruktur.

    Simak Pula: Presiden Jokowi Minta Wali Kota Fokus Bangun Infrastruktur

    Yusid menyebutkan daya saing sangat dipengaruhi institusi, infrastruktur, kondisi makro ekonomi, kesehatan, dan pendidikan dasar. Untuk peringkat efisiensi, faktor pendidikan dan pelatihan menjadi kunci utama. "Selain itu,  efisiensi tenaga kerja, pengembangan pasar keuangan kesiapan teknologi dan ukuran pasar juga harus diperhatikan," katanya.

    Menurut Yusid, pemerintah akan  mendorong adanya Forum Nasional Daya Saing Infrastruktur untuk memberi rekomendasi kebijakan terobosan bagi perbaikan pilar-pilar daya saing negara dan daya saing infrastruktur. Tujuannya, bisa terwujud langkah nyata  untuk peningkatan daya saing tersebut.

    Yusid menambahkan, untuk meningkatkan daya saing infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendanaan, tetapi terobosan yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada. "Kami hanya akan mengoptimalkan anggaran yang dialokasikan dan bagaimana bisa membangun infrastuktur secara berkualitas sebagai komitmen bersama stakeholder yang terlibat," katanya.  

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan infrastruktur merupakan kunci untuk meningkatkan peringkat daya saing Indonesia. “Apalagi kompetensi global yang semakin ketat membuat kerja sama seluruh pihak mutlak dilakukukan,” ujarnya. Berdasarkan data The Global Competitiveness Report 2016-2017 dari World Economic Forum (WEF), daya saing Indonesia berada pada peringkat 41 dan daya saing infrastruktur pada peringkat 60.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?