Bandara Kertajati Dibiayai dari Penerbitan Reksa Dana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Progres pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho

    Progres pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, 24 Februari 2017. ANTARA/Akbar Nugroho

    TEMPO.COBANDUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memberikan pernyataan efektif untuk skema pembiayaan proyek Bandara Kertajati, Majalengka, melalui penerbitan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT). “Produk RDPT sudah disahkan oleh OJK, tinggal dipasarkan ke investor,” kata Virda Dimas Ekaputra, Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB),  kepada Tempo, kutip Koran Tempo edisi Rabu 16 Agustus 2017.


    Menurut Virda, manajemen BIJB tengah menawarkan RDPT kepada sejumlah investor. Ada tujuh institusi yang berpotensi menjadi pemodal melalui skema ini. “Sekarang mereka sedang melakukan uji tuntas (due diligence), mudah-mudahan pekan ketiga September sudah selesai,” ujar dia. Namun Virda menolak merinci para calon pemodal itu. 

    BIJB menargetkan penjualan RDPT Bandara Kertajati maksimal Rp 1 triliun. Produk pembiayaan berbasis ekuitas atau surat berharga ini memiliki jangka waktu 5 sampai 10 tahun dengan nilai nominal per lembar Rp 5 miliar. “Minimal pembelian Rp 50 miliar,” kata Virda.

    Pemegang RDTP otomatis menjadi pemegang saham BIJB. Para pemodal memiliki hak pengambilan suara bersama pemegang saham. BIJB menerbitkan RDPT menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebagai financial advisor serta PT Danareksa Investment Management sebagai investment manager.

    Menurut Virda, BIJB adalah lembaga pertama yang mempergunakan skema pembiayaan infrastruktur dengan penerbitan RDPT. Dia mengatakan ada sejumlah keuntungan dengan skema ini, antara lain sifatnya bukan utang sehingga tidak ada bunga. “Pengelolaan arus kas akan lebih ringan.” Adapun keuntungan yang diperoleh investor berasal dari capital gain saat mereka menjual sahamnya, di luar pembayaran dividen setiap tahun. “Bandingkan dengan pinjaman bank. Saat uangnya keluar, sudah ada kewajiban membayar bunga,” kata dia.


    Simak:
    Bandara Kertajati Raih Pembiayaan Rp 930 Miliar

    Pemegang RDPT memiliki tenor minimal 5 tahun. Setiap tahun, pemegang RDPT akan mendapat dividen dari keuntungan BIJB. Virda menjamin, dividen yang diberikan lebih besar dari suku bunga bank serta obligasi. “Mirip dengan membeli rumah. Sekarang harganya Rp 10 miliar, lima tahun lagi bisa menjadi Rp 50 miliar. Selama memiliki rumah itu juga bisa mendapatkan uang sewa setiap tahun,” katanya.

    Pemegang saham BIJB saat ini adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Jasa Sarana dengan total modal yang disetor Rp 808 miliar. PT Jasa Sarana memiliki porsi modal Rp 12 miliar, sisanya Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Virda. BIJB saat ini hanya membutuhkan tambahan dana untuk menutup kebutuhan pembiayaan sisi darat Bandara Kertajati di Majalengka.

    Adapun PT Angkasa Pura II (Persero) akan masuk lewat skema investasi langsung sebagai pemegang saham BIJB. Namun belum diketahui porsi saham yang akan diambil oleh perusahaan ini.

    Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendesak PT Angkasa Pura II (Persero) dan BIJB mempercepat pengelolaan Bandara Kertajati. Heryawan mengatakan pengoperasian Bandara Kertajati harus dilakukan bersama Angkasa Pura II, yang sudah mengantongi izin badan usaha bandar udara (BUBU). Dia pun meminta perusahaan pelat merah itu membuatkan skema KSO atau kerja sama operasi sekaligus menandatanganinya. "Agar semua pihak nyaman. Shareholder, pemegang saham, pelaku investasi, hingga maskapai juga nyaman," ujarnya.

    AHMAD FIKRI (BANDUNG) | FERY F


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.