Pemerintah Kejar Investasi Dinilai Sebabkan Daya Beli Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto (tengah) mengangkat tangan didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) dan Agus Hermanto (kanan) seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Juli 2017. Setya Novanto menyatakan tidak akan ada perubahan pada konfigurasi kepemimpinan DPR. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua DPR Setya Novanto (tengah) mengangkat tangan didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) dan Agus Hermanto (kanan) seusai memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 18 Juli 2017. Setya Novanto menyatakan tidak akan ada perubahan pada konfigurasi kepemimpinan DPR. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto meminta pemerintah agar memperhatikan daya beli masyarakat yang dinilai mengalami pelemahan. Di mata Agus, pemerintah saat ini terlalu fokus mengejar investasi untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

    "Sektor ekonomi kita kan turun cukup drastis," kata Agus di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017. Melemahnya ekonomi Indonesia di sektor konsumsi, menurut dia, harus menjadi perhatian pemerintah.

    Simak: Penjelasan Sri Mulyani Soal Menurunnya Daya Beli

    Politikus Partai Demokrat itu menyatakan melemahnya daya beli masyarakat bisa berdampak ke sektor industri. Agus menilai bila kinerja industri menurun dalam jangka panjang akan berdampak kepada pengangguran. "Pemerintah mesti cepat recovery," ucapnya. Ia meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan ekonomi untuk masyarakat menengah bawah.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kondisi masyarakat Indonesia saat ini mengalami tahapan perubahan pola konsumsi.

    Darmin mencontohkan, pada masa kecil, orang menganggap membeli baju baru merupakan hal yang membanggakan. Namun sekarang tidak demikian. Orang lebih cenderung membelanjakan uangnya untuk kebutuhan lain, seperti rekreasi atau gaya hidup lain.

    “Sebenarnya sama seperti yang disampaikan Presiden, bahwa kelompok menengah atas melihatnya tidak sekadar mulai makin terbiasa belanja pakai online, tapi konsumsinya mulai mengarah ke rekreasi. Sedangkan kami terlalu banyak memperhatikan di indeks retail, padahal ada yang lain,” kata Darmin terkait pelemahan daya beli.

    ADITYA BUDIMAN | DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.