Bank dan Operator Siap Terapkan Sistem Non Tunai 100 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana menerapkan sistem non tunai 100 persen di gerbang tol mulai Oktober 2017. Perbankan dan para operator jalan tol pun menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan kebijakan itu. Saat ini, transaksi non tunai di tol baru mencapai 28 persen.

    Direktur Teknologi dan Digital Bank Mandiri Rico Usthavia Frans menyatakan bahwa alat-alat pembaca kartu elektronik atau reader sudah dipasang di gardu-gardu tol. "Termasuk kesiapan multi applet dengan BCA," kata Rico di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca: Oktober 2017, Semua Jalan Tol Gunakan Pembayaran Non Tunai

    Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia Randi Anto berujar, dari sisi infrastruktur di gardu tol, perusahaannya bersama bank-bank BUMN lainnya telah melakukan tes terkait kesiapan implementasi 100 persen itu. "Bank-bank juga akan sosialisasi ke nasabah," tutur Anto.

    Direktur Konsumer Bank Central Asia Suwignyo Budiman pun mengaku siap menjalankan sistem non tunai di seluruh gerbang tol. Saat ini, memang belum semua gardu tol bisa menerima pembayaran dari kartu elektronik milik BCA. "Dalam waktu dekat, kami sudah bisa jalan," ujarnya.

    Simak: Terapkan Sistem Non Tunai di Tol, Bank Tambah 30 Titik Top Up

    Menurut Suwignyo, di Jabodetabek, sebagian besar nasabah BCA sudah memiliki kartu elektronik BCA. "Lebih dari 10 juta lembar beredar dan dipakai untuk bus Transjakarta, kereta, dan ritel. Untuk penambahan lagi, kami sedang siapkan kartu-kartu baru," tuturnya.

    Direktur Operasi I PT Jasa Marga Muhammad Sofyan berujar peralatan transaksi non tunai yang ada di gardu tol Jasa Marga telah siap 100 persen. Saat ini, Jasa Marga memiliki 1.150 gardu di seluruh ruas tolnya dan 47 persen di antaranya sudah bisa melayani sistem non tunai.

    Namun, menurut Sofyan, baru sekitar 33 persen dari jumlah tersebut yang dimanfaatkan untuk transaksi non tunai. "Masih ada kapasitas yang belum maksimal. Karena itu, kami menyambut baik kebijakan ini untuk meningkatkan pelayanan di jalan tol," katanya.

    Untuk menerapkan sistem non tunai 100 persen, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan diterbitkan. Dalam implementasinya, beberapa tahap akan ditempuh, yakni integrasi sistem ruas jalan tol serta pembentukan Konsorsium Electronic Toll Collection (ETC).

    Tujuan utama dari penerapan sistem non tunai di jalan tol ini adalah terwujudnya Multi Lane Free Flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa henti di mana pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol yang operatornya berbeda.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.