Jumat, 23 Februari 2018

Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 16 Agustus 2017 05:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Investasi Perdagangan Berjangka di Indonesia Timur Belum Tergarap

    Suasana persiapan kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi di Bandara Halimperdanakusuma, Jakarta, 28 Februari 2017. Kunjungan kenegaraan Raja Salman pada 1-9 Maret ke Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk mendorong investasi dari Timur Tengah. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Semarang - Potensi investasi lewat perdagangan berjangka ke Indonesia Timur  dinilai belum tergarap secara maksimal. Padahal dinamika industri perdagangan berjangka komoditi masih memilki potensi besar untuk berkembang.

    “Dan memberi kontribusi perekonomian Indonesia,” kata Direktur utama PT Bursa Berjangka Jakarta Shtepanus Paulus Lumintang, saat sosialisasi perdagangan berjangka komoditi domestik di Semarang, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Simak: BI Minta Pemerintah Mengarahkan Investasi

    Ia mengaku saat ini  lembaga jasa investasi yang dinaungi di bawah PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) masih sedikit, bahkan untuk  Indonesia timur baru sampai  di pulau Sulawesi. “Padahal tren investasi ini cenderung lebih mudah,” kata Shtepanus Paulus.

    Menurut dia, investasi lewat industri berjangka saat ini sudah  mencapai 110 ribu akun baik pasif maupun aktif. Ratusan ribu akun itu menginvestasikan  lewat 80 perusahaan perdagangan berjangka  atau pialang berjangka. 

    Dengan kondisi itu Sthepanus memastikan masih perlu sosialisasi dan edukasi yang konsisten kepada publik agar potensi investasi  terealisasi.  “Perlu ditekankan ke publik bahwa industru perdagangan berjangka komoditi yang kini ada telah beroperasi di bawah regulasi yang jelas,” katanya.

    Sosialisasi   yang ia maksud adalah memberi pemahaman ke publik agar terhndar menjadi korban penipuan  investasi yang sering terjadi masyarakat pada akhir-akhir ini .

    Salah satu perusahaan pialang berjangka PT Rifan Financindo Barjangka (RFB)  yang  telah beroperasi  di Semarang, menyebutkan maraknya penipauan berkedok investasi serta tingginya transaksi ilegal di Indonesia membuktikan masih banyak masyarakat yang belum mengenal secara baik tentang perdagangan berjangka komiditi.

    “Terbukti badan pengawas perdagangan berjangka komoditi (Bappeti) telah menutup 81 situs perdagangan berjangka yang melanggar aturan,” kata Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya.

    Menurut dia, edukasi dan sosialisasi seagaja dilakukan sebagai anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Kliring Berjangka Indonesia  (KBI) yang merasa perlu bersama-sama mengedukasi masyarakat bagaimana berinvestasi yang lebih sehat di industri perdagnagan berjangka komoditi.

    “Karena selama ini masyarakat masih awam dengan investais perti ini, selama ini investasi yang dikenal baru saham, obligasi, reksadana dan  deposito,” kata Teddy.

    EDI FAISOL


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.