Garuda Tingkatkan Sistem Manajemen Risiko Keletihan Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu  Hidayat

    Pesawat Garuda Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mendukung peningkatan sistem manajemen risiko keletihan guna meminimalkan kesalahan atau human error dalam operasional penerbangan. Untuk itu, Garuda bersama Asosiasi Pilot Garuda menggelar forum diskusi yang diikuti perwakilan dari asosiasi pilot di Indonesia, dan perwakilan pilot dunia dari The International Federation of Airlines Pilots Associations (IFALPA).

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Pahala N. Mansury mengatakan forum diskusi tersebut merupakan bagian dari komitmen maskapai dalam pengelolaan produktivitas kerja awak pesawat. “Hal ini sejalan dengan upaya maskapai untuk terus meningkatkan level of safety, di mana pengelolaan produktivitas kerja awak pesawat diselaraskan dengan metode antisipatif risiko keletihan kerja,” katanya, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca: Garuda Indonesia Perluas Jaringan Pengiriman Kargo

    Pahala menjelaskan Garuda menyadari human error dapat dipicu oleh faktor keletihan kerja. Oleh karena itu, perlu ada pemahaman yang komprehensif dalam pengelolaan trafik jam kerja agar produktivitas kerja tetap efisien dan aman.

    Senada, Direktur Operasi Garuda Indonesia Triyanto Moeharsono menilai pendekatan sistem manajemen risiko keletihan sangat penting dalam meningkatkan standar kualitas keselamatan layanan penerbangan.

    “Kami harap dengan adanya forum diskusi ini dapat menjadi sarana untuk bertukar ide dan pemikiran untuk semakin memperluas pemahaman dan wawasan seluruh stakeholder industri penerbangan nasional,” tuturnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?