2025, Google: Pasar Online di RI Bakal Mencapai US$ 81 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinding resepsionis di kantor Google Indonesia yang baru yang berlokasi di gedung Sentra Senayan II lantai 28 Jalan Asia Afrika, Jakarta.  Google menampilkan warna Indonesia lewat ukiran yang ada, nama-nama khas Indonesia, ikon seperti wayang, tenun ikat atau becak di kantornya. Plus.google.com

    Dinding resepsionis di kantor Google Indonesia yang baru yang berlokasi di gedung Sentra Senayan II lantai 28 Jalan Asia Afrika, Jakarta. Google menampilkan warna Indonesia lewat ukiran yang ada, nama-nama khas Indonesia, ikon seperti wayang, tenun ikat atau becak di kantornya. Plus.google.com

    TEMPO.COJakarta - Manajemen Google Indonesia mengungkapkan pasar online terus tumbuh di Tanah Air dengan peningkatan 26 persen per tahun dan akan mencapai US$ 81 miliar pada tahun 2025. "Angkanya cukup tinggi. Dari 100 juta pengguna Internet yang terus berkembang di Indonesia, ditaksir pasar online di Indonesia akan mencapai US$ 81 miliar pada tahun 2025,” kata Hengky Prihatna, Country Industri Head Google Indonesia, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Baca: Gubernur BI: Transaksi Belanja Online Capai Rp 75 Triliun

    Adapun jumlah pembelanja online di Indonesia diperkirakan meningkat 21 persen per tahun. Hengky memperkirakan jumlah pembelanja onlin tersebut akan mencapai 119 juta pembelanja di tahun 2025.

    Baca: BPS Akui Tak Punyai Data Bisnis Online

    Lebih jauh Hengky menjelaskan, Indonesia menjadi pasar yang cukup besar untuk transaksi belanja online di negara AsiaTenggara—wilayah dengan ekonomi berbasis internet yang akan mencapai US$ 197 miliar di tahun 2025. "Hasil riset kami menunjukkan di masa depan belanja online akan semakin marak di Indonesia," kata Hengky.

    Hengky menambahkan, konsumen semakin tahu apa yang mereka inginkan melalui aktivitas berbelanja online meskipun menyuguhkan tantangan tersendiri. Namun, jika para pelaku usaha menyediakan informasi relevan dan bermanfaat di perangkat seluler yang dibutuhkan konsumen, jumlah pelaku bisnis online akan terus naik. "Mereka akan sukses di era seluler seperti ini," ucapnya. "Sebab, orang banyak yang meninggalkan offline."

    Saat ini, kata Hengky, sudah banyak warga yang meninggalkan cara belanja offline dan beralih ke online. Sebab, belanja offline membutuhkan tenaga dan menghabiskan waktu untuk mencari sendiri ke toko yang dituju. "Orang lebih mencari yang praktis, tinggal tunggu di rumah lewat belanja online," ucapnya. "Yang penting pebisnis harus tahu market-nya."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!