Semenanjung Korea Mulai Tenang, Rupiah Menguat 15 poin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi mata uang Rupiah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah antarbank di Jakarta Selasa pagi, 15 Agustus 2017, menguat sebesar 15 poin menjadi Rp 13.332 per dolar Amerika Serikat (AS).

    "Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (The Fed) masih menjadi salah satu faktor yang menjaga fluktuasi rupiah di area positif," kata Reza Priyambada, Analis Binaartha Sekuritas di Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2017.

    Ia menambahkan bahwa sentimen dari eksternal, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi Jepang yang didorong kenaikan konsumsi dan belanja modal, memberi harapan positif bagi ekonomi di kawasan Asia.

    Dari dalam negeri, lanjut Reza, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II tahun 2017 yang mencatat surplus sebesar 0,7 miliar dolar AS, turut memberi harapan perekonomian Indonesia tetap stabil ke depannya.

    Baca: Konflik Korea Mereda, Rupiah Menguat ke Posisi Rp. 13.329

    Ia menambahkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2017 yang diperkirakan melanjutkan tren surplus, turut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah di area positif.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara membuat sebagian investor mulai beralih dari aset-aset mata uang safe haven ke negara berkembang, salah satunya rupiah.

    "Meredanya konflik geopolitik di semenanjung Korea membuat aset-aset di negara berkembang, terutama Indonesia, kembali diminati," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?