IHSG Naik 0,45 Persen Menjelang Penutupan Sesi Satu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup naik tipis sebesar 0,02 poin menyusul harga minyak mentah dunia yang terkoreksi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang penutupan sesi satu hari ini masih berada di zona hijau. IHSG naik 0,45 persen atau 26,020 poin, menjadi 5.792,150. Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, IHSG berpotensi menuju ke level support di area 5744 ke 5722.

    Meski IHSG masih berada di zona hijau, Reza mengingatkan ketegangan antara dua negara yang bersitegang, yakni Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara akan memberikan dampak psikologis. Ketegangan tersebut terkait uji coba rudal balistik. Reza menjelaskan efek psikologis dari ketegangan tersebut berpotensi berimbas terhadap penurunan IHSG.

    Baca: IHSG Berpotensi di Zona Hijau , Cermati Saham-saham Ini

    "Karena efek psikologis yang ditimbulkan, dikhawatirkan akan terjadi perang dan mempengaruhi kondisi ekonomi global maka suka tidak suka IHSG pun akan terkena imbas," kata Reza melalui keterangan pers, Senin, 14 Agustus 2017.

    Karena imbas ketegangan dua negara ini, Reza memprediksi IHSG akan kembali melemah. Namun harapan untuk tetap bertahan naik tetap ada. Ia mengatakan, tingginya minat jual pelaku pasarlah yang nantinya dapat menjadi potensi kenaikan IHSG kedepannya.

    Simak: 40 Tahun Pasar Modal Aktif, IHSG Melambung Hingga 5.000 Persen

    Reza memprediksi IHSG memiliki potensi rebound dan akan kembali menguat apabila sentimen dua negara tersebut mereda. "IHSG berpotensi rebound jika sentimen tersebut mereda," ujarnya. 

    Reza menyarankan, selama sentimen dua negara tersebut masih berlangsung, maka masyarakat diharapkan dapat mencermati kondisi dunia yang sedang terjadi.

    "Tetap cermati berbagai sentimen dan antisipasi sentimen yang dapat membuat arah IHSG kembali variatif," tuturnya.

    ALFAN HILMI | WAWAN PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.