PT BGR Menang Tender Proyek Instalasi Pipa Gas Milik Pertagas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Pekerja melakukan pengecatan pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) di Jakarta, 12 Agustus 2016. PT PGN telah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi lebih dari 7.100 kilometer, atau setara 76 persen pipa gas bumi di seluruh Indonesia. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) memenangi proyek instalasi pipa gas jalur Grissik-Pusri, Palembang, milik PT Pertamina Gas (Pertagas) baru-baru ini. Direktur Utama PT BGR R. Ruli Adi mengatakan, dalam kerja sama tersebut, perusahaannya ditunjuk sebagai penyedia jasa angkutan material pipa dengan ruang lingkup door-to-door (DTD)–free on ground (FOG) untuk material proyek pipanisasi Pertagas.

    Pengangkutan dimulai dari Grissik sampai site milik Pertagas di PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). “Proses pengiriman pertama telah dilakukan pada 26 Juli lalu dari Cilegon oleh BGR Cabang Cilegon menuju site Pusri,” kata Ruli pada Kamis, 10 Agustus 2017.

    Baca: Perusahaan Ini Kelola Aset PLN yang Tak Terpakai

    Lebih lanjut, Ruli menjelaskan, untuk proses shipment kedua, rencananya akan dilakukan pada akhir Agustus mendatang. Adapun Sekretaris Perusahaan PT BGR Fuad Adi Siswoyo mengungkapkan kerja sama tersebut menambah portofolio perusahaan yang memberikan layanan bagi perusahaan-perusahaan di industri energi.

    Selain dengan Pertagas, PT BGR juga meneken kerja sama pengangkutan material proyek dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP). Sebelumnya, BGR juga bekerja sama dengan PT Pertamina. Perseroan mendistribusikan bahan baku tambang impor.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.