Cegah Kelangkaan Garam, Jusuf Kalla: Perlu Sentuhan Teknologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan industri garam di Indonesia perlu sentuhan teknologi agar hasil produksinya meningkat, sehingga bisa mencegah kekurangan pasokan dari petani.

    "Justru itu lahan yang berproduksi lima ton harus ditingkatkan, yaitu dengan teknologi," kata Jusuf Kalla seusai membuka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di kediaman pribadinya, jalan Haji Bau, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Menurut Ketua PMI Pusat ini, dengan sentuhan teknologi maka petani garam maupun industri yang mengelola garam akan bisa meningkatkan hasil produksinya hingga dua kali lipat.

    "Garam itu usaha yang menguntungkan, tetapi bukan berarti usaha ini tidak dimasukkan tambahan teknologi, tapi seharusnya ada untuk meningkatkan hasil," tambah JK.

    Baca: Wapres JK: Berselisih Soal Garam Itu Artinya Menyiksa Orang Kecil

    Selain itu, kata Kalla, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Universitas telah menyanggupi untuk melakukan riset pengembangan produksi garam dengan berbasis teknologi guna peningkatan hasil produksi.

    "Dengan teknologi-lah bisa dinaikkan dua sampai tiga kali lipat. Itu BPPT sudah menyanggupi bersama Universitas," paparnya.

    Saat ditanyakan terkait dengan kekurangan lahan yang semakin menipis termasuk adanya sengketa lahan penghasil garam, Kalla berpendapat "Intinya kan bisa bagi hasil, pemilik lahan berapa dan yang mengelolanya dapat berapa, peningkatan kemitraan akan berjalan otomatis."

    Mengenai bantuan pemerintah terkait dengan anggaran yang disediakan, duta perdamaian ini mengungkapkan, bahwa bisnis garam tidak membutuhkan anggaran besar. Usaha itu bisa dibiayai dengan modal yang tidak terlalu besar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.