Begini Strategi Menteri PUPR Meratakan Pembangunan Infrastruktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat meninjau pembangunan jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono saat meninjau pembangunan jalan tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, 11 Juni 2017. TEMPO/Arkhelaus Wisnu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyiapkan 35 wilayah pengembangan strategis (WPS). Program ini bertujuan menanggulangi persoalan pembangunan infrastruktur di Indonesia yang tidak merata.

    Menurut Basuki, konsep perencanaan WPS tersebut akan menciptakan integrasi pembangunan infrastruktur di dalam suatu kawasan, salah satunya dengan terciptanya konektivitas multimoda.

    Baca: Jokowi Minta Proyek Infrastruktur Papua-Papua Barat Dipercepat

    Basuki menyebutkan integrasi pembangunan infrastruktur PUPR secara khusus ditujukan untuk mendukung 17 kawasan industri prioritas dan 10 kawasan ekonomi khusus (KEK), 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN)—tiga di antaranya ditetapkan sebagai prioritas, 12 kawasan metropolitan, 40 kawasan pedesaan prioritas, 13 provinsi lumbung pangan nasional, dan pengembangan kawasan perbatasan.

    “Semua kawasan ini harus kami dukung dengan pembangunan infrastruktur PUPR,” katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Simak: JICA Garap Empat Proyek Infrastruktur Nasional

    Basuki mengatakan, saat ini, Kementerian terus berupaya keras mewujudkan pemerataan pembangunan di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat ini akan memberikan kontribusi dalam mengurangi ketimpangan antarwilayah dan kawasan serta ketimpangan taraf hidup masyarakat dari segi penghasilan.

    “Membangun infrastruktur tidak serta merta mengurangi kesenjangan karena harus bersamaan dan menjadi bagian dari pengembangan wilayah dan kawasan. Tanpa diikuti dengan pengembangan sektor-sektor produktif dalam kawasan, kesenjangan akan semakin lebar,” ujarnya.


    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!