Garam Impor Diharapkan Mampu Tekan Harga Jual di Pasaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garam bahan baku impor dari Australia. TEMPO/Fully Syafi

    Garam bahan baku impor dari Australia. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum mengharapkan masuknya 25 ribu ton garam impor asal Australia ke Indonesia pada Kamis dinihari, 10 Agustus 2017, dapat menekan harga komoditas itu di pasaran.

    Dalam beberapa pekan terakhir, harga garam konsumsi melonjak tajam akibat kelangkaan pasokan. "Diharapkan harga jual di level end user atau pasar untuk garam konsumsi saat ini di kisaran Rp 4.500 dan didukung ketersediaan barangnya,” ujar Anang, Kamis, 10 Agustus.

    Berdasarkan pantauan di pasar tradisional, harga garam konsumsi kemasan 250 gram naik dari Rp 1.000 menjadi Rp 6.000. Untuk kemasan 10 kilogram melesat dari Rp 45 ribu menjadi Rp 160 ribu.

    Baca: PT Garam Telah Kantongi Izin Impor 75 Ribu Ton Garam

    Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, dibutuhkan 13 ribu ton garam untuk memenuhi pasokan di pasar tradisional.

    “Harga masih tinggi di Rp 4.000 per kilogram, untuk kondisi normal biasanya Rp 1.000 per kilogram,” ujarnya.

    Abdullah mengatakan bakal mengawasi proses distribusi garam impor yang didatangkan dari Australia. Pasalnya, menurut dia, pengolahan dari IKM biasanya membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pasar tradisional.

    “Barang ada saat ini di pasaran, tetapi merupakan stok lama. Sejauh ini, belum ada gelontoran dari pemerintah,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.