Kalla Sebut Cari Lahan untuk Garam Bukan Perkara Mudah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyampaikan pidato saat acara puncak Asian Youth Day 2017 di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, DI Yogyakarta, 6 Agustus 2017. Acara ini menjadi sarana pembelajaran tentang pluralisme dan toleransi agar dapat menumbuhkan keharmonisan. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menyampaikan pidato saat acara puncak Asian Youth Day 2017 di Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, DI Yogyakarta, 6 Agustus 2017. Acara ini menjadi sarana pembelajaran tentang pluralisme dan toleransi agar dapat menumbuhkan keharmonisan. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Makassar- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tengah berusaha menyiapkan lahan untuk penambahan lahan garam dan beras di Indonesia. Namun, tak mudah mencari lahan yang siap pakai. 

    "Sekarang kita itu malah kekurangan lahan karena kebanyakan lahan sudah dipakai penduduk," ujar Kalla dalam perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 10 Agustus 2017.

    Sebagaimana diketahui, ekstentifikasi lahan menjadi solusi pemerintah untuk mengatasi kelangkaan garam yang terjadi akhir-akhir ini. Harapannya, dengan ekstentifikasi lahan, maka produksi garam bisa ditingkatkan dan impor garam dikurangi yang mencapai 2 juta ton pada tahun 2016.

    Pemerintah menargetkan bisa membuka 15 ribu hektare lahan untuk peningkatan produksi garam. Adapun lahan yang dibidik berada di Nusa Tenggara Timur. Sejauh ini, lahan yang potensial baru di Teluk Kupang, NTT, sebesar 5 ribu hektare dan di Kabupaten Nagekeo, NTT, sebesar 1.700 hektare.

    Simak Pula: Kuota Impor Garam Ditentukan Pekan Ini

    Rencananya, teknologi peningkatan produksi garam dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Garam akan digunakan di lahan tidur itu. Jika sukses, dari 15 ribu hektare lahan bisa diproduksi 500 ribu ton garam.

     Kalla mengatakan mencari lahan untuk ekstentifikasi itu sulit karena harus memperhatikan kondisi lingkungan hidup ke depannya. Jangan sampai pembukaan lahan malah mengurangi luas hutan secara signifikan.

    "Saya rasa solusinya satu, teknologi, ilmu pengetahuan. Tidak  bisa hanya perluasan lahan lagi. Kalau perluasan, habis lahan, habis hutan, habis air," ucap  Kalla.

    Terkait perkembangan pencarian lahan untuk garam dan kesiapan teknologi dari BPPT, Kalla mengatakan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan mengklaim  semua siap. Namun, Kalla menyebutkan tak akan percaya sebelum melihatnya berjalan.

    "Kemarin BPPT menyanggupi untuk segera meningkatkan garam sekian ton, kita tunggu hasilnya. Tadi Menko membisikkan, katanya sudah siap. Itu baru garam," ujar Kalla.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.