Tawarkan Aplikasi Keamanan, CEO BlackBerry Temui Menkominfo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Eksekutif BlackBerry John Chen, memperkenalkan ponsel pintar baru Blackberry Passport saat peluncurannnya di Toronto, 25 September 2014. REUTERS/Aaron Harris

    Pimpinan Eksekutif BlackBerry John Chen, memperkenalkan ponsel pintar baru Blackberry Passport saat peluncurannnya di Toronto, 25 September 2014. REUTERS/Aaron Harris

    TEMPO.CO, Jakarta - Chief Executive Officer BlackBerry John Chen menemui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Ia menyatakan pertemuannya meminta masukan mengenai pasar di Indonesia.

    “Kami dari BlackBerry melihat (peluang) untuk berinvestasi di pasar Indonesia,” kata John Chen saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.

    Baca: BlackBerry Aurora Diluncurkan, Menteri Rudiantara Berharap Ini

    Chen yang datang dengan mengenakan jas berwarna hitam dan celana hitam
    mengadakan pertemuan tertutup dengan Rudiantara. Rudiantara mengatakan pertemuan ini memang dalam rangka mengembangkan pasar korporasi dari BlackBerry.

    Menurut Rudiantara saat ini BlackBerry sedang mengubah strategi dari menjual hardware berupa telepon seluler menjadi menjual software, termasuk software keamanan. Ia menambahkan aplikasi software keamanan yang dikembangkan oleh Blackberry dipakai di beberapa negara Eropa.

    Simak: Arbitrase Putuskan Qualcomm Bayar BlackBerry Rp 12,5 Triliun

    Bahkan aplikasi ini juga dipakai oleh Kanselir Jerman Angela Merkel dan sejumlah pejabat pemerintahan di Jerman. “Angela Merkel pernah marah karena ponselnya disadap,” ujarnya.

    Saat ini, kata Rudiantara, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menggunakan aplikasi keamanan dari BlackBerry untuk sejumlah pejabat tertentu di Indonesia. “Karena memang sudah digunakan di mana-mana,” ucapnya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.