Menteri Susi Optimistis PDB Perikanan Tembus 7 Persen Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, di Provinsi Kepulauan Riau, 7 Agustus 2017. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau pembangunan SKPT ini. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna, di Provinsi Kepulauan Riau, 7 Agustus 2017. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau pembangunan SKPT ini. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti optimistis pertumbuhan sektor perikanan akhir tahun ini menembus 7 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) perikanan pada kuartal kedua 2017 naik 6,5 persen dibanding kuartal kedua 2016 sebesar 5,6 persen.

    "Ya, memang. Kalau akhir tahun kemarin tidak terkena dampak rumput laut, seharusnya PDB perikanan tetap di atas 6 persen," katanya saat ditemui di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, Kepulauan Riau, Senin, 7 Agustus 2017.

    Menurut Susi, PDB perikanan pada 2016 memang sempat turun karena terpukulnya produksi rumput laut akibat cuaca buruk. "Hujan yang banyak tahun lalu memang memukul nelayan rumput laut kita sehingga PDB perikanan turun," ujarnya.

    Tahun ini, Susi menilai sektor perikanan tangkap tumbuh luar biasa. "Jawa Barat yang biasanya kosong, tongkol di Banjar bisa 10-20 ton satu malam. Produksi ikannya memang luar biasa. Itu industri, dari nelayan ke pasar becek atau ke cold storage. Mereka sudah mulai menggeliat," ucapnya.

    Pada triwulan kedua 2017, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,01 persen. Dibanding triwulan pertama 2017, pertumbuhan ekonomi meningkat 4 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan 8,44 persen.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.