Perbaiki Infrastruktur, Wali Kota New York Naikkan Pajak Jutawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New York. AP/Karly Domb Sadof

    New York. AP/Karly Domb Sadof

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota New York City, Bill de Blasio, mengumumkan rencana untuk menaikkan pajak orang kaya untuk membayar biaya perbaikan infrastruktur kota, sekaligus memperbaiki jaringan kereta bawah tanah yang mengalami gangguan.

    Reuters mengabarkan, ini adalah langkah terakhir De Blasio dan Gubernur New York, Andrew M. Cuomo, untuk memperbaiki sistem angkutan massal yang kian memburuk.

    Berkebalikan dengan rencana untuk mendongkrak beban pajak orang kaya, pemerintah New York City akan memberlakukan ongkos MetroCards setengah harga untuk warga berpenghasilan rendah. De Blasio mengatakan kebijakan bernama “pajak jutawan” ini akan diumumkan pada awal pekan ini dan segera berlaku agar pemerintah bisa membayar biaya perbaikan angkutan massal seperti kereta bawah tanah dan bus.

    “Daripada mengejar tagihan dari keluarga kelas pekerja yang sudah merasakan tekanan atas buruknya layanan dan kenaikan tarif angkutan, kami meminta orang terkaya di kota kami untuk memberikan sedikit tambahan pemasukan,” kata De Blasio, kutip dari Koran Tempo edisi Selasa 8 Agustus 2017.

    Simak: Ditjen Pajak Kesulitan Gali Pajak Kelompok Super Kaya

    Namun rencana pajak baru ini masih memerlukan persetujuan dari parlemen Negara Bagian New York. Upaya ini ada kemungkinan terganjal, lantaran De Blasio dan Cuomo yang berlatar belakang Partai Demokrat harus menghadapi politikus Partai Republik yang mendominasi parlemen saat ini.

    Sebagai langkah taktis, Kepala Eksekutif Metropolitan Transportation Authority (MTA) atau otoritas transportasi kota, Joseph J. Lhota, mengusulkan agar Wali Kota mengucurkan dana darurat untuk memperbaiki jaringan angkutan. “Kami memang perlu pendanaan jangka panjang. Namun perbaikan kereta tidak dapat menunggu kebijakan atau izin dari legislatif, yang mungkin baru terwujud tahun depan,” kata Lhota.

    Lhota pun mengusulkan dana US$ 800 juta untuk perbaikan kereta bawah tanah dan meminta pemerintah negara bagian dan Wali Kota New York City untuk membagi hasil pajak jutawan nantinya secara merata. Bagi 800 ribu warga New York City yang hidup di ambang batas kemiskinan, layanan angkutan umum yang murah sangat penting. Untuk bepergian, selama ini mereka ditunjang oleh kartu khusus dengan beban ongkos separuh harga.

    FERY F


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.