Bandara Wirasaba Disebut Dapat Rp 350 Miliar dari AP II

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan media pasca rapat koordinasi penyelesaian proyek LRT di Kemenko Kemaritiman, Menteng, Jakarta Pusat, 31 Juli 2017. Aghniadi

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab pertanyaan media pasca rapat koordinasi penyelesaian proyek LRT di Kemenko Kemaritiman, Menteng, Jakarta Pusat, 31 Juli 2017. Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan PT Angkasa Pura II (Persero) telah menyiapkan anggaran hingga Rp 350 miliar untuk pembangunan Bandara Wirasaba di Purbalingga, Jawa Tengah.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sebagai fasilitator dan telah bertemu dengan pihak TNI Angkatan Udara dan Angkasa Pura (AP) II. "Kemarin Angkasa Pura II menyiapkan Rp 300-350 miliar, sepenuhnya dari mereka," kata Budi usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 7 Agustus 2017.

    Hingga saat ini lahan yang dibutuhkan untuk dibebaskan masih 20 hektare lagi. Pemerintah daerah setempat akan segera membebaskan lahan tersebut.

    Baca: AP II Diminta Awasi Kapasitas Pesawat di Bandara Soekarno Hatta

    Budi menyebut lahan yang sudah dibebaskan mencapai 150 hektare milik TNI AU. Adapun pengembangan Bandara Wirasaba menjadi ultimate masih membutuhkan 20 hektare. Budi juga menjelaskan dalam pembangunan tahap awal, dimensi panjang dan lebar landasan pacu (runway) bandara sebesar 1.600 meter dan 30 meter. Kapasitas bandara diklaim bisa menampung 10 pesawat jenis ATR.

    Setelah rampung pada akhir 2018, Budi melanjutkan, runway Bandara Wirasaba yang khusus untuk rute domestik tersebut akan dikembangkan hingga dimensi panjang 2.400 meter dan lebar 45 meter, sehingga nantinya pesawat jenis Boeing 747 bisa mendarat.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.