Kendala Teratasi, Pasokan Air PALYJA Kembali Normal Bertahap

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendala Teratasi, Pasokan Air PALYJA Kembali Normal Bertahap

    Kendala Teratasi, Pasokan Air PALYJA Kembali Normal Bertahap

    INFO BISNIS - Kendala kelistrikan yang terjadi di Instalasi Pengolahan Air 2 (IPA 2)  Pejompongan cukup menggangu suplai air bersih di area Barat DKI Jakarta. PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) sebagai operator penyediaan dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta terus melakukan upaya agar pelayanan kepada pelanggan kembali normal. Gangguan aliran listrik untuk IPA 2 membuat layanan PALYJA kepada pelanggan tergannggu.

    PALYJA pun bekerjasama dengan pihak-pihak terkait melakukan solusi terbaik dalam mengatasi keadaan ini. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerjasama akhirnya pun membuahkan hasil. “Kami menginformasikan bahwa pekerjaan teknis di IPA 2 telah selesai. Direncanakan pasokan air PALYJA kepada pelanggan akan normal kembali secara bertahap mulai Minggu, 6 Agustus 2017 pukul 23:00 WIB,” ujar Corporate Communications & Social Responsibilities Division Head PALYJA Lydia Astriningworo.

    Atas kerjasama yang terjalin, PALYJA berterima kasih kepada PAM Jaya, PLN, Aetra dan pihak-pihak yang telah membantu pekerjaan teknis tersebut. Adapun selama aliran listrik padam dan pekerjaan teknis berlangsung, PALYJA secara aktif mengirimkan truk tanki air ke rumah sakit, rumah susun, dan tempat ibadah sesuai dengan permintaan pelanggan.  “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tutur Lydia Astriningworo.

    Bagi pelanggan yang ingin memantau perkembangan  dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 24 jam di (021) 2997 9999 dan layanan SMS di 0816 725 952. Adapun update informasi suplai air bisa mengunjungi website www.palyja.co.id, Twitter: @water4life_id, Facebook : water4life_id, serta Qlue: PALYJA. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.