Pengalihan Bongkar Muat, JICT: Tak Ada Biaya Tambahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersiap melakukan proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, 28 Juni 2017. ANTARA FOTO

    Petugas bersiap melakukan proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara, 28 Juni 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Riza Erivan, mengatakan tidak ada biaya tambahan bagi para pelanggan JICT yang barangnya dibongkar muat di terminal lain. JICT mengalihkan bongkar muat ke terminal di sekelilingnya akibat mogok kerja karyawannya sejak 3 Agustus lalu. 

    "Jadi pada umumnya tak akan menimbulkan biaya tambahan baik eksportir atau importir, sama saja," kata kata Riza Erivan saat ditemui di Hotel Ambhara, Jakarta, Ahad, 6 Agustus 2017.

    Baca: Mogok Kerja JICT, Operasional Dialihkan ke TPK Koja

    Riza menuturkan tidak ada perbedaan karena prinsipnya kapal yang seharusnya membongkar muat di JICT dialihkan ke terminal-terminal di sekitar JICT. "Kemarin bongkar muat di JICT, sekarang bongkar muat di Koja misalnya. Tak akan ada biaya tambahan."
     
    Mulai hari ini JICT mengalihkan pengoperasian dermaga utara JICT sepanjang 720 meter kepada Terminal Petikemas Koja. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga operasional bongkar muat pelanggan PT JICT tetap berjalan selama adanya pemogokan karyawan mereka. 

    Simak: JICT Siapkan Formulir Ajak Karyawan Kembali Bekerja Setelah Mogok

    Selain ke TPK Koja, pengalihan bongkar muat barang dialihkan juga ke terminal lain seperti New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL).

    Riza mengungkapkan kepada para importir yang kontainernya masih berada di JICT, tetap bisa diambil saat ini. Ia menyatakan jika ada kerugian akibat hal ini dialami para pelanggan JICT, maka hal itu akan ditanggung oleh JICT

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.