Perkiraan Rupiah Pekan Depan, Cermati Laju Dolar Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Rupiah. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta -Laju rupiah diperkirakan tak akan banyak mengalami perubahan atau cenderung sideways pada pekan depan. Meski demikian, seiring dirilisnya data ekonomi dalam negeri yang diestimasikan akan membaik diharapkan dapat mendorong rupiah bergerak positif.
     
    Menurut Kepala Riset Bina Artha Securities Reza Priyambada, pergerakan laju dolar AS yang juga menyimpan potensi kenaikan juga perlu diwaspadai. Sebab dapat menahan peluang kenaikan pada rupiah. Laju rupiah diperkirakan akan berada pada rentang support Rp 13.353 dan resisten di Rp 13.310.
     
    “Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas dan rupiah dapat menyerap sejumlah sentimen positif dari dalam negeri untuk menahan pelemahan. Cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada rupiah,” kata Reza dalam pesan tertulisnya, Sabtu, 5 Agustus 2017.
     
    Pergerakan nilai tukar rupiah pada pekan kemarin kembali mengalami kenaikan di tengah minimnya sentimen positif meski sempat merespon positif pelemahan sesaat dari laju dolar AS. Adapun nilai tukar rupiah menguat tipis 0,08 persen lebih tinggi dari sebelumnya yang turun -0,11 persen.
     
    Di pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level Rp 13.347 atau turun tipis dari hari sebelumnya di Rp 13.340. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13.315 di bawah level tertinggi sebelumnya di Rp 13.306. “Laju rupiah di pekan kemarin bergerak di bawah target support Rp 13.345 dan resisten Rp 13.297,” kata Reza.
     
    Menurut reza, rilis inflasi Juli sebesar 0,22 persen tampaknya kurang kuat mempertahankan posisi rupiah di zona hijau, sama seperti IHSG yang juga bergerak negatif. Bahkan pergerakan dolar AS yang sedang melemah  juga tidak menjadi pertimbangan rupiah untuk tetap di area positifnya. Menguatnya yen Jepang, yuan Cina dan Euro justru menjadi alternatif pelaku pasar untuk transaksi di pasar valas dibandingkan rupiah. “Akibatnya permintaan rupiah yang turun membuat lajunya cenderun tertahan,” ucap Reza.
     
    Laju dolar AS diperdagangkan lebih rendah dan tetap berada di wilayah negatif, setelah laporan pekerjaan sektor swasta ADP menunjukkan 178.000 pekerjaan ditambahkan ke ekonomi AS pada bulan Juli, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 158.000. Hal tersebut masih jauh dari konsensus FactSet yang sebelumnya telah menunjuk 190.000 pekerjaan baru.
     
    DESTRIANITA
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.