PUPR: Proyek Tahap Kedua Tanggul Pantai Jakarta Capai 56 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat menumpuk batu untuk meninggikan tanggul di pantai Ancol, Jakarta (19/12). Peninggian ini untuk mengantisipasi terjangan ombak saat rob yang kerap melanda pantai utara ibukota. ANTARA/Fanny Octavianus

    Alat berat menumpuk batu untuk meninggikan tanggul di pantai Ancol, Jakarta (19/12). Peninggian ini untuk mengantisipasi terjangan ombak saat rob yang kerap melanda pantai utara ibukota. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatasi penurunan permukaan tanah di Pantai Utara Jakarta melalui pembangunan tanggul pengaman pantai DKI Jakarta terus berlanjut.

    Dikutip dari siaran pers PUPR, Jumat 4 Agustus 2017, tahap kedua proyek yang menjadi bagian dari program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) itu telah tuntas hingga 56 persen.

    Baca : Bahas Proyek Tanggul Laut Jakarta, Menteri PUPR Datangi Luhut

    Dua tahap PTPIN terbagi menjadi program jangka pendek dan jangka panjang. Penyelesaian tanggul pesisir pantai melalui perkuatan dan peninggian tanggul pantai dan tanggul muara sungai sepanjang 20 kilometer menjadi program jangka pendek yang dimaksud.

    “Pengamanan pantai untuk mencegah banjir rob tersebut totalnya mencapai 120 km, karena terdiri dari tanggul pantai dan tanggul muara. Yang menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR sepanjang 20 km, di mana saat ini tengah dikerjakan sepanjang 4,5 km. Perkembangannya bagus dan ditargetkan selesai 2018,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari siaran pers Biro Komunikasi PUPR, Jumat, 4 Agustus 2017.

    Sekretaris Jenderal PUPR Anita Firmanti menambahkan, pembangunan tanggul pengaman Pantai Utara Jakarta akan mengurangi kekumuhan pada kawasan pemukiman penduduk yang kerap terkena banjir rob. 

    “Sehingga masyarakat nantinya mempunyai lingkungan yang lebih baik, termasuk tempat untuk rekreasi,” ujar Anita yang sempat meninjau lokasi pembangunan Tanggul Pengamanan Pantai Tahap II di Kelurahan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat 4 Agustus 2017.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS) Cilicis T. Iskandar yang ikut dalam peninjauan itu menjelaskan bahwa pembangunan tanggul pantai itu dibagi menjadi dua paket pekerjaan.

    Paket 1, ujarnya, berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2,3 km. Paket pekerjaan tersebut ditangani PT. Waskita  Karya dan PT. Adhi Karya KSO dengan nilai kontrak Rp 379 miliar.

    “Saat ini progres Paket 1 tersebut telah mencapai 57,97 persen dengan tanggul yang sudah terbangun sudah mencapai 1.317 meter,” ujar Iskandar.  
    Simak : Luhut Minta Data Ilmiah Reklamasi, Profesor LIPI Beri Jawaban

    Adapun Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kali Baru, Cilincing, dengan panjang tanggul 2,2 Km. Pembangunan tanggul yang dilengkapi bangunan rumah pompa dikerjakan PT. Wijaya Karya dan PT. SAC Nusantara KSO dengan nilai kontrak senilai Rp 405 miliar.

    Pengerjaan Paket 2, ujar Iskandar, telah mencapai 54,43 persen dengan tanggul yang sudah terbangun mencapai 1.372 meter.

    “Jadi total keseluruhan pembangunan tanggul pantai tahap dua sudah mencapai 56,14 persen, dengan tanggul yang sudah terbangun sepanjang 2.689 meter dari target sepanjang 4.500 meter,” kata dia.  

    Data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) PUPR menunjukkan bahwa permukaan tanah kawasan pesisir Jakarta terus menurun hingga 11-12 cm per tahun.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.