Minggu, 27 Mei 2018

Kasus Senggolan Pesawat, Kemenhub: Harusnya Diusut Tuntas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Pesawat Batik Air Boeing 737-800 rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa berjenis ATR 42 seri 600. ANTARA/Widodo S Jusuf

    Pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS yang mengalami insiden terparkir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 5 April 2016. Pesawat Batik Air Boeing 737-800 rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa berjenis ATR 42 seri 600. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.COJakarta – Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso segera menyelidiki insiden senggolan sayap pesawat antara maskapai Lion Air dan Wings Air di apron Bandar Udara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. "Kejadian seperti ini seharusnya bisa dihindari jika standar dan prosedur operasi pergerakan pesawat di apron dan taxiway dijalankan dengan baik,” kata Agus secara tertulis pada Jumat, 4 Agustus 2017. 

    Simak: Menhub Akan Usut Senggolan Lion Air dan Wings Air
     
    Insiden senggolan sayap pesawat itu terjadi pada Kamis pagi pada pukul 10.57 WIB. Pesawat jenis Boeing B737-900 ER registrasi PK-LJZ milik Lion Air bersenggolan dengan pesawat ATR 72-500 registrasi PK-WFF milik Wings Air. Sayap kedua pesawat itu mengalami rusak berat.
     
    Agus menyayangkan kelalaian ini bisa terjadi. Bagi dia, ini termasuk insiden serius yang harus segera diatasi. Dia ingin kejadian serupa tidak terulang karena pasti akan berdampak pada kenyamanan penumpang.
     
    “Apalagi Bandara Kualanamu termasuk bandara besar yang mempunyai apron luas. Untuk itu, kejadian ini harus diusut tuntas penyebabnya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujar Agus. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang membantu mencegah insiden berakhir lebih parah. 
     
    Kementerian Perhubungan juga menegur kedua maskapai. Ia meminta mereka mengutamakan keselamatan dan kepentingan penumpang. "Maskapai wajib memenuhi hak-hak penumpang sesuai dengan aturan, misalnya memberikan kompensasi jika terjadi keterlambatan dan memberikan transportasi lanjutan dengan pesawat secara gratis untuk mengangkut penumpang ke tujuannya.”
     
    Kejadian ini berawal saat pesawat Lion Air dengan rute Banda Aceh-Medan menyenggol sayap pesawat Wings Air yang akan bertolak dari Medan menuju Meulaboh. Saat itu pesawat Lion Air baru saja mendarat di runway 23 dan berjalan menuju apron. 
     
    Pada saat bersamaan, pesawat Wings Air telah berjalan di taxiway Delta menuju landasan dan bersiap terbang (take off). Kedua sayap pesawat tersebut bersenggolan dan rusak berat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebanyak 66 penumpang Wings Air dan 144 penumpang pesawat Lion Air diselamatkan.
     
    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.