Minim Sentimen, IHSG Rawan Koreksi Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis First Asia Capital, David Sutyanto, memperkirakan pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG akhir pekan ini rawan koreksi. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.750 hingga 5.770 dan resisten di kisaran 5.800.
     
    David mengatakan IHSG berpotensi melemah akibat kondisi pasar saham global yang kurang kondusif. Sentimen positif dari domestik pun masih minim. "Sedangkan di sisi lain risiko capital outflow masih membayangi perdagangan," katanya, seperti dilansir keterangan tertulis, Jumat, 4 Agustus 2017. 

    Simak: Sekuritas Ini Prediksi IHSG Menguat Terbatas, Simak 6 Saham Ini
     
    Pasar saat ini juga tengah menanti rilis data pertumbuhan ekonomi domestik kuartal II 2017. David memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan relatif sama dengan kuartal sebelumnya, yaitu di kisaran 5 persen atau di bawah target pemerintah untuk tahun ini di 5,2 persen.

    IHSG kemarin diwarnai aksi jual. IHSG gagal melanjutkan penguatan dan terkoreksi 43,673 poin atau 0,75 persen dengan tutup di kisaran support harian di 5.780,576. 
     
    David mengatakan koreksi IHSG kemarin dipicu aksi ambil untung atas saham batu bara, perbankan, dan infrastruktur. Adapun saham properti berhasil rebound setelah hampir sepanjang tahun ini bergerak bearish.
     
    Koreksi kemarin juga dipicu masih derasnya arus dana asing yang keluar. Penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp 305 miliar. Selain itu, ada sentimen negatif dari pergerakan bursa saham kawasan Asia yang umumnya tutup di teritori negatif. Di pasar saham Asia, indeks saham Korea Selatan, Kospi, anjlok tajam hingga 1,7 persen. Koreksi terjadi seiring dengan rencana Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang akan menaikkan tarif pajak korporasi dan individu. 
     
    Bursa Wall Street tadi malam pun didominasi koreksi. Indeks S&P dan Nasdaq masing-masing koreksi 0,22 persen dan 0,35 persen di 2.472,16 dan 6.340,34. Indeks DJIA berhasil melanjutkan penguatan tutup di level tertinggi baru di 22.026,10 atau menguat 9,86 poin. 
     
    Sentimen negatif Wall Street tadi malam kembali dipicu isu politik Gedung Putih terkait dengan perkembangan penyelidikan oleh Robert Mueller. Dia ditunjuk sebagai jaksa khusus dalam kasus dugaan intervensi Rusia terhadap hasil pemilihan Presiden Amerika Serikat pada November lalu. Pasar juga tengah menanti data tenaga kerja Amerika pada Juli lalu yang akan rilis akhir pekan ini. 
     
    Terkait dengan harga komoditas yang berpengaruh pada IHSG, harga minyak mentah tadi malam koreksi 1,3 persen di US$ 48,93 per barel. Harga nikel di London Metal Exchange naik tipis 0,34 persen di US$ 10.377 per MT. 
     
    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.