AP II Diminta Awasi Kapasitas Pesawat di Bandara Soekarno Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan dan sayap pesawat Boeing 777 saat diproduksi di Everett, Washington, AS, 1 Juni 2017. Boeing 777 adalah sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar bermesin ganda berjarak jauh dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. REUTERS

    Badan dan sayap pesawat Boeing 777 saat diproduksi di Everett, Washington, AS, 1 Juni 2017. Boeing 777 adalah sebuah pesawat penumpang sipil berbadan lebar bermesin ganda berjarak jauh dibuat oleh Boeing Commercial Airplanes. REUTERS

    TEMPO.CO, Tangerang - Kementerian Perhubungan meminta PT Angkasa Pura II (Persero)  untuk mengawasi kapasitas pesawat yang akan terbang dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng agar tidak melewati batas maksimal kekuatan landas pacu.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapasitas penumpang maksimal untuk Boeing B777 ditetapkan 326 penumpang. Jumlah tersebut sesuai dengan kekuatan landas pacu Bandara Soekarno-Hatta.

    “Tadi, saya lihat penerbangan haji Garuda Indonesia membawa 295 penumpang, di bawah kapasitas maksimal. Jadi selain aman untuk penerbangannya, ini juga aman untuk landas pacu Bandara Soekarno-Hatta,” katanya ketika meninjau Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis 3 Agustus 2017.

    Menteri Budi menambahkan pesawat berbadan lebar seperti B777 memiliki banyak keunggulan. Selain mampu mengangkut 400 penumpang, pesawat itu juga dapat melakukan penerbangan secara langsung (direct).

    Oleh karena itu, Budi  berharap AP II dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para maskapai yang membawa pesawat berbadan lebar. Khususnya untuk penerbangan haji seperti Saudi Arabian Airlines dan Garuda Indonesia.

    “Kita tentu menghargai maskapai yang mengangkut para jemaah haji dengan pesawat berbadan lebar itu. Service untuk maskapai juga harus baik. Namun, saya harap AP II bisa mengawasi dengan baik terkait total load capacity-nya,” ucap Budi.

    Di sisi lain, Budi  juga meminta kepada seluruh pramugari yang menangani jemaah haji untuk dapat memberikan pelayanan yang baik. Apalagi, tidak menutup kemungkinan ada jemaah haji yang baru pertama kali menggunakan pesawat.

    Simak Pula: Skytrain Bandara Soekarno-Hatta Dioperasikan Bulan Depan

    Sementara itu, Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menuturkan BUMN itu siap mengawasi terhadap pesawat berbadan lebar (widebody), khususnya yang menyangkut dengan berat pesawat.

    “Kami sudah lama declare bahwa pesawat berbadan lebar seperti B777 itu tidak bisa terbang atau mendarat dengan full capacity, ada batasannya. Hal ini dikarenakan PCN [kekuatan landas pacu/pavement classification number] untuk landas pacunya baru 114,” ujar Yado.

    Yado mengungkapkan AP II sebenarnya tengah melakukan pekerjaan untuk meningkatkan PCN Bandara Soekarno-Hatta dari sebelumnya 131.

    Meski begitu, pekerjaan itu diperkirakan baru rampung pada akhir 2017. Adapun, pekerjaan peningkatan PCN Bandara Soekarno Hatta itu hanya untuk landas pacu utara saja. Peningkatan PCN di landas pacu selatan akan dilakukan, setelah pekerjaan di landas pacu utara rampung.

    Sekadar informasi, biaya yang dikeluarkan AP II untuk peningkatan kekuatan landas pacu tersebut mencapai Rp 250 miliar. Panjang landas pacu utara Soekarno-Hatta saat ini mencapai 3.600 x 60 meter.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.