Menteri Luhut Optimistis LRT Jabodebek Selesai Awal 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan roda empat melintas disamping pengerjaan pembangunan  jalur transportasi Light Rail Transit (kereta ringan) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 29 Januari 2017. Pemerintah menyatakan proyek LRT ditargetkan pada maret 2019 siap beroperasi. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan kendaraan roda empat melintas disamping pengerjaan pembangunan jalur transportasi Light Rail Transit (kereta ringan) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 29 Januari 2017. Pemerintah menyatakan proyek LRT ditargetkan pada maret 2019 siap beroperasi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memastikan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) akan selesai sesuai target yaitu pada awal 2019 mendatang.

    "Iya selesai kuartal pertama 2019," ujarnya, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Thamrin, Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Luhut menuturkan saat ini pemerintah tengah berfokus menuntaskan proses pembebasan lahan proyek yang ditargetkan selesai pada September 2017. "Masalah sekarang ada dua titik penyelesaian masalah pembebasan tanahnya, tapi sudah diberi tahu bahwa mereka itu diambil tanahnya, tapi tidak kena bangunannya, mungkin ada kena 3-5 meter," katanya. 

    Baca: Pembebasan Lahan LRT Jabodebek Rampung September 2017  

    Selebihnya, menurut Luhut tak ada kendala lain yang berarti dalam proyek pembangunan LRT. "Penetapan lokasi sudah, jadi sudah beres semua nggak masalah."

    Proyek LRT Jabodebek dikerjakan oleh Adhi Karya, di mana pembangunannya dibagi menjadi dua tahap, dengan setiap tahapan yang terdiri atas tiga lintas pelayanan. Tahap pertama yaitu Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas. Sedangkan, tahap kedua yaitu Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.

    Simak: LRT Jabodebek, Menteri Budi Ingin Swasta Berperan Lebih Banyak  

    Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan kepemilikan tanah dalam proyek ini dikategorikan dalam dua golongan yaitu milik negara dan swasta. "Yang tanah milik pemerintah itu semua udah bisa dikerjakan, yang tanahnya swasta sebagian besar juga sudah bisa, tinggal satu dua saja yang masih perlu pembicaraan lebih lanjut," ujarnya.

    Budi menuturkan, proses arbitrase untuk lahan-lahan tersebut juga sudah berjalan yang kemudian akan memasuki tahap penyempurnaan. Dia menuturkan salah satu titik lahan milik swasta yang masih dalam proses pembebasan itu adalah untuk keperluan depo LRT di Bekasi Timur.

    Lahan yang akan dibebaskan di Bekasi Timur itu sebesar 10 hektare, di mana 5 hektare di antaranya merupakan tanah yang dimiliki oleh Adhi Karya. Untuk dana pembebasan lahan proyek yang tersisa akan ditalangi oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) senilai Rp 1,6 triliun.

    Dia pun optimistis permasalahan lahan proyek LRT akan segera selesai, sehingga pengerjaan sepenuhnya dapat dimulai. "Mungkin dalam bulan September itu semua akan selesai, jadi khusus tanah ini relatif sudah selesai dan nggak ada masalah," ucapnya. 

    GHOIDA RAHMAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.