Garam Langka, Nasib Usaha Telur Asin Terancam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Novandi K Wardana

    ANTARA/Novandi K Wardana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha telur asin di Kabupaten Karawang mengurangi kadar garam dalam mengolah produknya. Hal ini terpaksa mereka lakukan lantaran garam sudah langka di pasaran.

    "Garam susah dicari di pasaran selama lebih dari sebulan ini," kata Darkim, pengusaha telur asin di Kelurahan Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat pada Selasa, 2 Agustus 2017.

    Untuk mendapatkan garam, para pelaku usaha telur asin harus antre sampai seminggu dan harus memesan terlebih dahulu ke pedagang.

    Baca: Kelangkaan Garam Pukul Industri Es Puter

    "Kita pesan terlebih dahulu. Menunggu hingga seminggu, baru ada pesanan garam itu. Tidak hanya langka, harganya juga tinggi, Rp 7 ribu per kilogram. Jadi mau tidak kita harus mengurangi takaran kadar garam yang kita gunakan untuk produksi telur asin," tutur Darkim.

    "Imbasnya ada yang berhenti usaha sementara sampai harga garam normal," ujarnya lagi.

    Harga telur asin sebelumnya Rp 1.800 per butir, kini naik menjadi Rp 1.900 per butir. Pada tingkat pengecer harganya sudah mencapai Rp 3 ribu per butir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.