Penjelasan Kunjungan Turis Australia di Bali Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Kunjungan turis asal Australia ke Bali pada Juni 2017 menurun 0,01 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal ini berbanding terbalik dengan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal negara lain yang cenderung meningkat.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho mengatakan wisman asal Australia yang berkunjung pada Mei 2017 berjumlah 82.631. Pada Juni 2017, jumlahnya sebenarnya naik menjadi 100.354 kunjungan. Namun, jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, justru menurun 5,72 persen.

    Hanya wisman asal Australia yang jumlahnya mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Wisman asal negara lain, seperti Cina, India, dan Inggris, rata-rata mengalami kenaikan.

    Baca: Kisah Sri Mulyani Naik Bus PPD 210: Grogol... Grogol...

    Selain Australia, ada empat negara dengan kunjungan terbanyak ke Bali pada Juni 2017, yakni Cina, India, Inggris, dan Jepang. Berbeda dengan Australia, keempat negara tersebut justru mengalami kenaikan dibanding periode sama tahun lalu, masing-masing sebesar 56,11 persen, 69,94 persen, 30,01 persen, dan 15,79 persen. 

    Dari kenaikan kunjungan ini, terjadi peningkatan jumlah wisatawan sebesar 504.141 kunjungan pada Juni 2017. "Walau demikian, pada Juni 2017, terjadi peningkatan jumlah wisman sebesar 3,02 persen dibanding bulan lalu," ujar Adi, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Adi berharap kunjungan turis asing terus memperlihatkan variasi. Menurut dia, makin banyaknya variasi bangsa yang mengunjungi Bali akan berpengaruh pada pariwisata Bali. Diharapkan variasi ini bisa berdampak positif. "Harapannya variasi bangsa yang mengunjungi Bali ikut mempengaruhi kualitas pariwisata," ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.