BPS: Harga Beras di Bulan Juli Turun Tipis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah mengangkut beras di gudang beras kawasan Mardani, Jakarta, 26 Juli 2017. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, merilis aturan harga acuan beras Rp 9.000/kilogram (kg). Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah mengangkut beras di gudang beras kawasan Mardani, Jakarta, 26 Juli 2017. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, merilis aturan harga acuan beras Rp 9.000/kilogram (kg). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga beras pada Juli 2017 dibanding bulan sebelumnya. Kepala BPS Suhariyanto menyebut penurunan harga tersebut terjadi pada semua jenis beras, baik kualitas premium, medium, maupun rendah.
     
    Adapun penurunan yang terjadi, kata Suhariyono, sebesar 0,64 persen menjadi Rp 9.384 per kilogram untuk beras kualitas premium di penggilingan, sebesar 0,58 persen menjadi Rp 8.744 untuk beras kualitas medium di penggilingan, dan 0,27 persen menjadi Rp 8.538 untuk beras berkualitas rendah di penggilingan.
     
    “Hal ini tentu menguntungkan konsumen karena harganya terkontrol,” ujar Suhariyono dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Agustus 2017. Jenis beras yang paling banyak beredar, menurut dia, adalah beras medium, yaitu 49 persen, lalu beras premium 27 persen, dan beras berkualitas rendah 14 persen.

    Simak pula: Pasokan Beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta...

    Suhariyono mengatakan faktor yang memegang andil dalam harga beras itu adalah kebijakan pemerintah. Upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras dinilai cukup berhasil. “Stabilisasi tahun ini sangat bagus karena berjalan sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Terbukti, harga beras terjaga sejak awal tahun,” tuturnya.
     
    Suhariyono berharap harga beras dapat terus terjaga hingga akhir tahun ini. Sebab, harga beras sangat mempengaruhi laju inflasi dan angka kemiskinan di Indonesia. “Karena bobotnya sangat besar terhadap laju inflasi.” 
     
    Selain penurunan harga beras, BPS mencatat adanya penurunan harga gabah kering panen di tingkat petani sebesar 0,99 persen menjadi Rp 4.483 per kilogram dan turun 0,98 persen di tingkat penggilingan menjadi Rp 4.570 per kilogram. Sedangkan untuk harga gabah kering giling di tingkat petani turun 1,92 persen menjadi Rp 5.457 per kilogram dan di tingkat penggilingan turun 2,26 persen menjadi RP 5.549 per kilogram. Harga gabah berkualitas rendah di tingkat petani juga turun sebesar 0,67 persen menjadi Rp 3.908 dan di tingkat penggilingan 0,48 persen menjadi Rp 3.989 per kilogram. 
     
    CAESAR AKBAR | SETIAWAN ADIWIJAYA


  • BPS
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?