Kemenperin: Industri Jamu Nasional 2017 Tumbuh 10 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mencoba jamu tradisional pada pameran industri kosmetik dan jamu di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 1 September 2015. Kinerja industri obat tradisional dan jamu sepanjang semester pertama stagnan dibandingkan semester lalu yang nilainya berkisar Rp 3 triliun. Salah satu faktor penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung mencoba jamu tradisional pada pameran industri kosmetik dan jamu di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 1 September 2015. Kinerja industri obat tradisional dan jamu sepanjang semester pertama stagnan dibandingkan semester lalu yang nilainya berkisar Rp 3 triliun. Salah satu faktor penyebabnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri jamu nasional tahun 2017 tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih.

    “Peta persaingan pasar industri jamu atau obat tradisional di Indonesia masih didominasi oleh produk dalam negeri,” kata Gati pada Pembukaan Pameran Industri Kosmetik dan Jamu di Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Pada pameran yang digelar di Plasa Pameran Industri, Gedung Kementerian Perindustrian ini Gati menyampaikan, industri kosmetik dan jamu merupakan salah satu sektor strategis dan potensial, mengingat perannya mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian di Indonesia, baik itu dalam penyerapan tenaga kerja maupun peningkatan nilai tambah.

    Baca: Wapres JK Berharap Jamu Indonesia Mendunia

    Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing industri kosmetik dan jamu nasional agar bisa berkompetisi di pasar global.

    “Industri farmasi dan kosmetik, termasuk industri obat tradisional, menjadi salah satu sektor andalan karena sebagai penggerak utama perekonomian di masa yang akan datang,” ujar Gati.

    Potensi industri kosmetik dalam negeri didukung melalui kekuatan sekitar 760 perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 75 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung 600 ribu orang.

    "Artinya, sektor ini tergolong padat karya, dan kami dorong agar juga berorientasi ekspor,” Gati menjelaskan.

    Sedangkan, untuk produsen jamu, saat ini terdapat 986 industri jamu yang terdiri dari 102 Industri Obat Tradisional (IOT) dan selebihnya termasuk Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang tersebar di wilayah Indonesia terutama di Pulau Jawa.

    “Hingga saat ini, industri obat tradisional mampu menyerap lebih dari 15 juta tenaga kerja, tiga juta diantaranya terserap di industri jamu yang berfungsi sebagai obat, dan 12 juta lainnya terserap di industri jamu yang telah berkembang ke arah makanan, minuman, kosmetik, spa dan aromaterapi,” tutur Gati.

    Pameran Industri Kosmetik dan Jamu digelar di Plasa Pameran Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, dan akan berlangsung pada tanggal 1-4 Agustus 2017 pukul 09.00-17.00 WIB.

    Sebanyak 50 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang terdiri dari 35 industri kosmetik dan 15 industri jamu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.