Penjualan Tiket KAI Travel Fair Hanya 25 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana antrean pengunjung Kereta Api Travel Fair 2017 yang memadati Jakarta Convention Center, Jakarta, 29 Juli 2017. PT KAI menjual ribuan tiket untuk periode tiga bulan ke depan dengan beragam pilihan harga dan diskon hingga 72 persen. TEMPO/Ahmad Faiz

    Suasana antrean pengunjung Kereta Api Travel Fair 2017 yang memadati Jakarta Convention Center, Jakarta, 29 Juli 2017. PT KAI menjual ribuan tiket untuk periode tiga bulan ke depan dengan beragam pilihan harga dan diskon hingga 72 persen. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.COJakarta - Vice President Public Relations PT KAI Agus Komarudin mengatakan selama KAI Travel Fair, tiket yang terjual hanya 25 persen. Ia menambahkan, angka 25 persen itu diambil dari tiket total yang dijual oleh PT KAI, yaitu 642 ribu tiket. 
     
    "Tercatat sekitar 25 persen seat yang terjual dari kuota promo perjalanan kereta api untuk 7 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2017," kata Agus kepada Tempo saat dihubungi pada Selasa, 1 Agustus 2017.
     
    Agus menuturkan tanggal favorit masyarakat adalah yang berdekatan dengan libur HUT Kemerdekaan Indonesia dan Idul Adha. Sedangkan tempat favorit tujuan masyarakat adalah Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang.

    Baca: KAI Travel Fair Ricuh, Menteri Rini Soemarno Minta Maaf
     
    Kereta Api Indonesia Travel Fair (KATF) digelar pada 29-30 Juli 2017 di JCC. Dalam kegiatan tersebut, PT KAI menjual tiket kereta kelas eksekutif dengan berbagai diskon harga. Tiket perjalanan kereta yang dijual dengan keberangkatan 7 Agustus-31 Oktober 2017. 
     
    Pameran Kereta Api Travel Fair 2017 ini sempat berlangsung ricuh karena jumlah tempat pameran dengan antusiasme masyarakat tak sebanding. Hal ini membuat PT KAI kemudian menyewa satu hall kosong di sebelah area pameran untuk menampung antusiasme masyarakat.
     
    Menurut Agus, KAI Travel Fair tetap akan diadakan tahun depan, tapi pihaknya belum mengetahui akan seperti apa konsep acaranya, termasuk apakah dengan cara membuka pameran atau secara online. "Tapi bentuk event seperti apa, belum diputuskan."
     
    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.