Area Stasiun Commuterline Biang Macet, BPTJ Sebut Ini Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tukang ojek menawarkan jasanya di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, (10/31) Para tukang ojek tersebut menawarkan jasanya hingga menutup setengah dari jalan raya dan mengakibatkan kemacetan panjang di kawasan tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    Sejumlah tukang ojek menawarkan jasanya di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, (10/31) Para tukang ojek tersebut menawarkan jasanya hingga menutup setengah dari jalan raya dan mengakibatkan kemacetan panjang di kawasan tersebut. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono meninjau arus lalu lintas di sekitar Stasiun Palmerah, Jalan Palmerah Utara, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurut Bambang, kemacetan selalu menjadi permasalahan krusial di stasiun kereta commuterline, khususnya di 17 titik, di antaranya Stasiun Tanah Abang, Stasiun Tebet, Stasiun Palmerah, Stasiun Pasar Senen, dan lainnya.
     
    Berdasarkan pantauan Tempo, sepanjang Jalan Tentara Pelajar yang menjadi lokasi peninjauan, lalu lintas tersendat karena banyak penumpang kereta commuterline yang menunggu moda transportasi lain untuk melanjutkan perjalananan  misalnya Transjakarta, minibus, atau ojek. Menurut Bambang, banyaknya moda transportasi yang akan mengangkut  penumpang kereta tersebut membuat lalu lintas menjadi tersendat hampir setiap hari.
     
    “Kenapa bisa ada kemacetan di stasiun kereta api?  Karena memang fasilitas untuk inter modanya belum terbangun dengan baik dan optimal,” ujar Bambang saat dijumpai di lokasi peninjauan, Selasa, 1 Agustus 2017.
     
    Menurut Bambang, penumpang yang datang dari stasiun belum terarah dengan baik lantaran angkutan massal yang tersedia belum memadai. Kecepatan pembangunan kereta api atau lonjakan penumpang kereta api dinilai tidak seimbang dengan pertumbuhuan prasarana pendukung atau utilitasnya.
     
    Saat ini, jumlah pelanggan kereta commuterline setiap harinya mencapai 1 juta penumpang pada hari kerja. Angka tersebut terus digenjot naik hingga 2 juta penumpang nantinya. Dengan begitu, kata Bambang, pemerintah harus terus memikirkan antisipasi lonjakan penumpang agar terlayani dengan baik. “Bayangkan kalau tercapai 2 juta kayak apa berantakannya.”
     
    Sementara itu, kendaraan roda dua atau ojek masih menjadi alternatif untuk menutupi kekurangan angkutan massal. Untuk itu, ucap Bambang, pihaknya tidak bisa serta-merta melarang ojek pangkalan atau ojek online untuk beroperasi di sekitar stasiun kereta commuterline meskipun menjadi biang kemacetan.
     
    “Tapi, kami harus bijak. Bagaimana  caranya mereka (ojek) tetap boleh ambil penumpang tapi tidak hambat lalu lintas,” ujar Bambang.
     
    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...