Harga Minyak Menguat Pasca OPEC Kurangi Pengiriman ke AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor OPEC di Wina, Austria. REUTERS/Leonhard Foeger

    Kantor OPEC di Wina, Austria. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak  mentah WTI (West Texas Intermediate) ditutup di atas level US$ 50 per barel setelah OPEC mengurangi pengiriman ke AS dan menjadwalkan pertemuan dengan anggota dan negara non-anggota.

    Minyak WTI  untuk pengiriman September ditutup menguat 0,9 persen  atau 0,46 poin ke level USD 50,17 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak Brent untuk kontrak pengiriman September ditutup menguat 0,13 poin atau 0,2 persen ke level USD 52,65 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

    Seperti dilansir Bloomberg, perwakilan dari beberapa negara OPEC dan non-OPEC akan bertemu di ibu kota Uni Emirat Arab pada 7-8 Agustus untuk membahas mengapa beberapa negara tidak sepenuhnya menerapkan komitmen mereka untuk mengurangi produksi, menurut sebuah pernyataan OPEC.

    "Ada beberapa perkembangan konstruktif dari OPEC. Data dari OPEC merupakan faktor bearish," ungkap Tamar Essner, analis energi Nasdaq Inc. York, seperti dikutip Bloomberg, Selasa 1 Agustus 2017.

    Sementara itu, impor minyak mentah AS dari negara-negara anggota OPEC turun 2,6 persen di bulan Mei, dan beberapa eksportir utama OPEC telah berjanji untuk mengurangi pengiriman bulan depan.

    Minyak telah menguat di tengah tanda-tanda pertumbuhan bahwa pasar kembali ke titik keseimbangan, dengan harga naik di atas rata-rata pergerakan 200 hari pekan lalu untuk pertama kalinya sejak Mei.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.