Pemerintah Siapkan Dana Rp 5,5 Triliun untuk Beli Bibit Rempah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersiap mengikuti rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, 25 Juli 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersiap mengikuti rapat terbatas tentang perkembangan implementasi program pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, Jakarta, 25 Juli 2017. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.COMakassar - Pemerintah telah menyiapkan Rp 5,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membeli bibit rempah. Pasalnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan saat ini pemerintah kembali berfokus mengembalikan kejayaan rempah-rempah di Indonesia.
     
    "Bapak Presiden memberikan anggaran untuk membeli bibit, jutaan bibit pohon akan kami tanam," ucap Amran di Makassar, Senin, 31 Juli 2017.

    Simak: Indonesia Berseru: Kita Dijajah Mulai dari Lidah

    Dia menjelaskan, mengembalikan kejayaan rempah-rempah bisa meningkatkan perekonomian untuk rakyat di perdesaan. Apalagi, menurut Amran, data Badan Pusat Statistik mengatakan tingkat kemiskinan di perdesaan turun 20 persen. "Tapi kita tak boleh puas, kita harus tingkatkan lagi lewat rempah-rempah. Sekarang sudah mulai berjalan program ini," tuturnya.

    Ia mencontohkan penghasilan petani yang mencapai Rp 200 juta per tahun. Hal itu bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. "Itu luar biasa, sekarang pendekatan kami meningkatkan kesejahteraan petani," kata pria asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini. 

    Khusus untuk Sulawesi, Amran menyebut telah menyiapkan sekitar Rp 300 miliar untuk membeli bibit. Sebab, pemerintah telah memetakan daerah-daerah yang memiliki poteni, mulai Sulawesi, Maluku, Kalimantan, hingga Sumatera. "Kami ingin kembalikan kejayaan ini," katanya. 

    Menurut Amran, gerakan kembalikan rempah-rempah kembali digalakkan setelah komoditas jagung, bawang, padi, dan kedelai mulai stabil. Adapun stimulus yang diberikan kepada petani dengan memberikan bibit dan pupuk secara gratis. "Bibitnya juga harus yang berkualitas. Salah bibit, kan bahaya sekali."

    Kendati demikian, menurut dia, harus ada pendampingan dari mahasiswa, dosen, dan pensiunan yang masih bisa ikut berpartisipasi. "Harus juga ada pengawalan. Misalnya Kabupaten Luwu ada lada, di Maluku cengkeh, pala, dan mete." 

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulawesi Selatan, Fitriani, menambahkan, setiap kabupaten/kota di Indonesia memang diminta mengusulkan bibit rempah yang berpotensi di wilayahnya. "Menteri Pertanian tadi sudah katakan, apa potensi di kabupaten/kotamu, masukkan semua supaya bisa diusulkan masuk anggaran tahun depan," katanya.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.