Menteri Rini Ingin Aktifkan Rel Kereta Api di Daerah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpose di miniatur kereta api yang dihadirkan di acara KAI Travel Fair di Jakarta Convention Center, Sabtu, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpose di miniatur kereta api yang dihadirkan di acara KAI Travel Fair di Jakarta Convention Center, Sabtu, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.COJakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan segera mengunjungi sejumlah kepala daerah untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api yang sudah tak aktif. Ia melihat hal ini bisa berguna untuk meningkatkan sektor pariwisata di sejumlah daerah. 
     
    "Saya sudah bicara dengan Pak Dirut (PT KAI) untuk bersama-sama mengunjungi beberapa bupati," kata Rini saat ditemui di Jakarta Convention Center, Ahad, 30 Juli 2017.
     
    Rini menuturkan mungkin saja di sejumlah daerah ada jalur kereta api yang tidak dimanfaatkan, sehingga bisa diaktifkan kembali dengan partisipasi kepala daerah di sana. "Sehingga masyarakat juga mau ke daerah tersebut."

    Baca: Ribuan Orang Padati KAI Travel Fair, Menteri Rini Atur Antrean
     
    Rini sangat mengapresiasi KAI Travel Fair karena melihat animo masyarakat sangat besar. Ia mengaku melihat banyak masyarakat yang ingin berwisata dan mengenal daerah-daerah lain. 
     
    Rini mengungkapkan, rencananya, dalam waktu dekat, dia akan pergi ke Tasikmalaya karena perjalanan kereta api ke sana hanya satu kali dalam sehari. Ia akan berbicara dengan kepala daerah, dan jika memang banyak tempat wisata menarik, ada kemungkinan akan ditambah waktu perjalanan kereta api ke sana. 

    Simak: KAI Travel Fair Diskon hingga 72 Persen, Target 600 Ribu Tiket
     
    Menurut Rini, jika memang ada daerah yang memiliki destinasi wisata menarik dan bisa mendatangkan wisatawan, perjalanan kereta itu akan dibuatkan program-program khusus bagi para wisatawan. "Begitulah yang ingin saya coba."
     
    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.