Volume Beli Meningkat, IHSG Akhir Juli Diprediksi Bergerak Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melewati papan kurva IHSG di depan gedung BEI, Jakarta (12/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level terendahnya, 1.792,169, pada Jumat (12/8) pukul 13.00.   FOTO ANTARA/Rosa Panggabean

    Seorang pria melewati papan kurva IHSG di depan gedung BEI, Jakarta (12/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level terendahnya, 1.792,169, pada Jumat (12/8) pukul 13.00. FOTO ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) di akhir Juli ini akan berada pada kisaran level support 5.747-5.761 dan level resisten 5.847-5.855. Pekan lalu, indeks bergerak di level support 5.734-5.750 dan level resisten 5.835-5.845.

    "Meningkatnya volume beli diharapkan masih dapat terjadi di perdagangan saham minggu depan seiring adanya rilis data-data makro sehingga dapat membantu peluang IHSG bertahan di zona hijaunya," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 30 Juli 2017.

    Baca: IHSG di Sesi Pembukaan Melemah Tipis 0,26 Poin

    Reza memperkirakan, laju IHSG akan kembali mencoba bergerak naik pada pekan depan dengan adanya peningkatan volume beli. Namun, Reza mengingatkan agar pasar tetap mencermati berbagai sentimen yang ada serta mewaspadai potensi pelemahan akibat aksi ambil untung.

    Menurut Reza, pergerakan IHSG pada pekan kemarin kembali memasuki zona hijau dengan memanfaatkan beberapa sentimen positif dari dalam negeri. "Kenaikan tersebut masih terlihat tertahan karena juga dibarengi dengan masih adanya aksi jual asing," tuturnya.

    Simak: Harga Komoditas Mulai Stabil, Laju IHSG Diprediksi Positif  

    Bursa saham Asia yang cenderung meningkat, kata Reza, akhirnya dapat direspon positif pelaku pasar. Sentimen dari dalam negeri pun positif, mulai dari pemberian investment grade dari Fitch Ratings, penguatan rupiah, serta bertahannya suku bunga Bank Indonesia.

    Menurut Reza, masih adanya anggapan tingginya price to earnings ratio (PER) IHSG membuat para investor asing terus membukukan aksi jual bersih. PER Indonesia mencapai 24,04 kali di mana menempati posisi kedua tertinggi setelah PER Cina, yakni 27,98 kali.

    Mulai maraknya rilis kinerja para emiten, kata Reza, membuat laju IHSG kembali ke zona positif meski tidak serta merta diikuti transaksi asing yang masih mencatatkan jual bersih dan rupiah yang masih melemah. Pekan lalu, asing mencatatkan nett sell Rp 2,14 triliun.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.