Salim Tidak Membonceng Bhakti Masuk Bimantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibyo, Direktur Utama PT Bimantara Citra Tbk (BMTR) membantah rumor masuknya Bhakti Investama ke Bimantara dilakukan dengan menggunakan dana dari Salim Group. “Rumor bahwa Bhakti diboncengi Salim itu tidak benar. Sekarang sudah terlihat jelas bahwa kepemilikan Bimantara itu murni lewat Bhakti. Bhakti itu sendiri kan merupakan perusahaan publik yang pemegang sahamnya adalah publik,” tuturnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Kebon Sirih Jakarta, Selasa (31/4). Hary juga membantah bahwa penambahan saham Bhakti di Bimantara dilakukan karena adanya fasilitas proxy (hak untuk mengambil saham) dari PT Asriland milik Bambang Tri Hatmojo. “Proxy itu cuma rumor. Sekarang, kepemilikan Bhakti di Bimantara memang sudah bertambah. Kaitannya dengan Asriland, saya tidak tahu. Tapi kalau dilihat, saham Asriland memang turun dari 32 persen menjadi 22 persen dan saham Bhakti naik hampir 10 persen,” paparnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah beredar rumor bahwa Bhakti memiliki fasilitas proxy untuk mengambil saham Bimantara milik Asriland sebesar 30 persen. Selain itu, pengangkatan Hary yang juga Dirut Bhakti Investama ini sempat menimbulkan pertanyaan karena Bhakti Investama mempunyai saham di SCTV yang core bisnisnya sama dengan Bimantara yang juga bergerak dalam bidang media televisi dan telekomunikasi. Namun hal ini dijawab langsung oleh Hary bahwa saat ini penyertaan modal Bhakti di SCTV sudah tidak ada. ”Jadi, saya rasa sudah tidak ada lagi konflik kepentingan karena saham Bhakti di SCTV sejak tahun lalu sudah tidak ada,” ujar Hary. Untuk jabatan rangkapnya saat ini, Hary menjelaskan, kemungkinan dirinya di Bhakti akan menduduki posisi sebagai anggota Komisaris. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, core bisnis Bimantara berada pada tiga lini utama, yaitu media elektronik (khususnya televisi), telekomunikasi dan logistik. Saat ini, perusahaan tersebut merupakan pemilik 69,8 persen saham di RCTI, 25 persen saham Metro TV , dan 70 persen saham Global TV melalui PT Panca Andhika Mandiri, salah satu anak perusahaan Bimantara yang bergerak di bidang multimedia. A. Edwin Kawilarang, Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan Bimantara dalam kesempatan yang sama menjelaskan, investasi di luar bisnis utama perusahaan akan dimasukkan ke dalam portofolio investasi perusahaan. “Jika investasi di luar bisnis utama ini dianggap bagus di pasar maka perusahaan akan menjualnya sesuai dengan kondisi pasar yang tepat,” kata dia. Sementara itu untuk tiga lini utama bisnis perusahaan, lanjut Edwin, pihak perusahaan akan melakukan strategi pengawasan maupun operasional secara langsung. “Dalam bahasa umumnya, kami akan melakukan hand on management,” katanya menegaskan. (Wahyu Mulyono-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.