IHSG Berpeluang Menguat Terbatas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis First Asia Capital, David Sutyanto, memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis, 27 Juli 2017.

    IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi di kisaran support 5.780 hingga menguji kembali resisten di 5.830.

    BacaKomposisi Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diubah

    David mengatakan pergerakan pasar dalam rentang konsolidasi dipicu sentimen individual. "Terutama terkait dengan respons atas rilis laba semester pertama 2017 dan emiten sektoral menjelang akhir Juli," katanya, seperti dilansir keterangan tertulis, Kamis, 27 Juli 2017.

    Menurut dia, harga komoditas yang relatif masih menguat berpeluang memicu aksi beli selektif atas sejumlah saham sektoral. Aksi beli juga akan didorong peluang penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    Baca: Lokasi Proyek Kereta Cepat Belum Jelas, Ini Perintah Jokowi

    IHSG pada perdagangan kemarin, Rabu, 26 Juli, bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi. Aksi beli selektif mewarnai perdagangan saham sektor tambang dan perbankan.

    Rebound harga minyak mentah di pasar dunia hingga US$ 48 per barel kemarin memicu aksi beli atas saham sektor energi dan tambang lain. Namun aksi ambil untung melanda saham infrastruktur dan konsumsi. Dampaknya, IHSG gagal tutup di teritori positif atau melemah 13,329 poin di 5.800,206. Penguatan IHSG tertahan di resisten harian di 5.830. 

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.