Layanan Perbankan Digital, Ini Penyebab Bank-Bank Saling Bersaing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan kerjasama layanan perbankan bank at work antara Bank Mandiri dan PT Pembangunan Perumahan (PP) pada Jumat, 14 Juli 2017 bertempat di Plaza Mandiri. TEMPO/Bianca A

    Penandatanganan kerjasama layanan perbankan bank at work antara Bank Mandiri dan PT Pembangunan Perumahan (PP) pada Jumat, 14 Juli 2017 bertempat di Plaza Mandiri. TEMPO/Bianca A

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Executive Vice President Perbankan Digital dan Finansial Inklusif Bank Mandiri, Rahmat B. Triaji mengatakan persaingan layanan perbankan digital, terutama antar bank-bank besar semakin sengit. Bank Mandiri sendiri memiliki layanan perbankan digital, seperti ATM dan aplikasi online yang mencakup "internet banking" dan "mobile banking".

    Peningkatan persaingan layanan digital antar bank ini karena untuk menurunkan biaya operasional dan memperoleh penambahan dana murah agar lebih efisien dalam menyalurkan kredit. Dengan adanya layanan digital, Mandiri dapat menambah pasokan dana murah terutama dari nasabah ritel dan nasabah segmen "merchant" (usaha).

    "Nasabah merchant melalui digital, semakin banyak omzetnya berputar di Bank Mandiri, semakin banyak transaksi, ini yang dicari perbankan," kata Rahmat pada Senin, 24 Juli 2017.

    Simak: Bank Mandiri Tak Bisnis Retail di Singapura

    Rahmat sendiri tidak mengungkapkan seberapa besar kontribusi perbankan digital terhadap dana murah Mandiri. Namun, Ia yakin kontribusi dana murah akan meningkat seiring dengan perkembangan perbankan digital.

    Layanan perbankan digital juga diharapkan dapat mendongkrak pendapatan komisi (fee based income) ke pundi-pundi perseroan. Di sisi efisiensi, dia meyakini perbankan digital juga akan memangkas Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Bank Mandiri.

    "Investasi mendirikan kantor cabang itu bisa Rp1 miliar, kemudian sebulan untuk biaya operasional Rp100 juta. Itu akan menjadi sangat murah dengan layanan ATM dan Perbankan Digital," kata Rahmat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.