Produk UKM Dipajang di Pameran Busan, Korea Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pameran

    Suasana pameran "5 Windhu karya Asmoro Damais" di Museum Tekstil Jakarta, Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (15/5). Pameran ini terselenggara atas kerjasama Museum Tekstil Jakarta dan Pusat Dokumentasi Wastra dan Busana Indonesia, guna melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah   membuka peluang pasar produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ) Indonesia di Busan, Korea Selatan.

    Tempat display produk UMKM Indonesia, yang dinamakan Windows of Indonesia, berlokasi di gedung Busan Indonesia Center (BIC), Busan-Korea Selatan, dan telah diresmikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram didampingi Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi kemarin.

    Baca: Pengusaha Kecil Menengah Disarankan Ekspansi ke Pasar Luar Negeri

    Selain acara peresmian yang diprakarsai oleh Prof. Kim Soo-I l sebagai founder dan CEO BIC, juga dilaksanakan Temu Bisnis antara 80 pengusaha Korea Selatan dengan tim SMESCO Indonesia selaku representasi pelaku KUMKM.

    Acara ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM dengan BIC tentang Promosi dan Pemasaran Produk KUKM di Korea Selatan, yang ditanda tangani pada Maret 2017 di gedung SMESCO RumahKU.   

    Beberapa produk KUKM telah didisplay di lantai 2 gedung BIC tersebut, khususnya produk furniture, craft dan kopi. Di lantai dasar terdapat Cafe Kopi Luwak yang juga dijual produk fashion, asesoris, craft dan makanan asli Indonesia.  

    "Dengan adanya tempat promosi dan pemasaran produk KUKM Indonesia di gedung BIC ini,  kami harapkan dapat menjadi referensi para buyer di Korea Selatan dan buyer mancanegara lainnya untuk melakukan transaksi bisnis," ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram dalam pesan tertulisnya, Rabu, 26 Juli 2017.

    Peresmian Windows of Indonesia kemarin juga dihadiri juga oleh Penasehat Asosiasi Importir Korea Son Jong-Hyeon,  Wakil Ketua Kadin Busan, perwakilan dari Busan Metropolitan City Government serta Atase Perdagangan KBRI Seoul dan Direktur ITPC Busan Indra Wijayanto.

    Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan, salah satu pertimbangan dilakukannya kerja sama promosi produk unggulan Indonesia di  Busan karena merupakan kota kedua terbesar di Korea Selatan. Busan juga sebagai kota industri dan pelabuhan sehingga  produk ekspor Indonesia dapat melalui pelabuhan Gam-man di Busan.

    Baca: Menteri Puspayoga Akan Kembangkan UKM di ...

    "Kami berharap dengan terjalinnya komunikasi yang cukup intensif dengan beberapa pengusaha Korea Selatan bisa berlanjut dengan transaksi ekspor," kata Ahmad Zabadi.  

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.