Indonesia Ingin Investment Forum Bank Dunia-IMF Lebih Konkret

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri acara Coffee Morning di Gedung Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Jakarta, 24 Maret 2017. TEMPO/Destrianita

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri acara Coffee Morning di Gedung Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT), Jakarta, 24 Maret 2017. TEMPO/Destrianita

    TEMPO.CO, Jakarta -Investment Forum yang akan dilakukan pada pertemuan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018 di Bali akan lebih konkret. Ketua Penyelenggara Pertemuan IMF-World Bank Annual Meetings 2018 Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Indonesia akan langsung menawarkan proyek-proyek infrastruktur pada investor.

    "Investment Forum itu bukan investment forum yang hanya bicara-bicara. Tidak. Kita masuk pada action, proyek mana yang akan kita tawarkan, sehingga konkret dan mereka kita bawa langsung meninjau tempat," kata Luhut seusai mendampingi  Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 26 Juli 2017.

    Bahkan untuk mempersiapkan acar tersebut, Kim akan berkunjungan ke Indonesia pada Februari mendatang. Luhut mengatakan pihaknya akan menunjukkan beberapa proyek yang sedang dikerjakan pemerintah. Proyek itu nantinya bisa ditawarkan di Investment Forum pada Oktober 2018.

    Baca: Indonesia Siapkan Rp 1 Triliun untuk Acara World Bank-IMF

    Model forum seperti ini, kata Luhut, akan dikembangkan sehingga pembicaraan dengan para investor tidak hanya di awang-awang. "Tapi kita bicara konkret action."

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan proyek-proyek yang akan ditawarkan akan dikoordinasikan dengan kementerian terkait. Koordinasi itu akan dilakukan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Luhut Pandjaitan yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.  "Nanti Pak Luhut dan Pak Darmin yang akan mengkoordinasi dengan para menteri-menteri terkait," kata Sri dalam kesempatan yang sama.

    Tawaran proyek tersebut, kata Sri Mulyani, karena pemerintah tidak ingin para investor yang datang ke pertemuan IMF dan Bank Dunia hanya memberi janji. "Tapi kami ingin lebih kepada pembiayaan proyek yang riil yang bisa ditawarkan,"

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.