Bertemu Jokowi, Bos JICA Bahas Tiga Proyek Infrastruktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta meninjau pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 10 Juli 2017. TEMPO/Larissa

    Pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta meninjau pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 10 Juli 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.COJakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Presiden Japan International Cooperartion Agency (JICA) Shinichi Kitaoka di Istana Kepresidenan hari ini, 26 Juli 2017. Bersama Jokowi, Kitaoka membahas sejumlah proyek strategis di Indonesia, di mana JICA menjadi investornya.

    Baca: Butuh Rp 25,1 Triliun, PT MRT Minta Dukungan DPRD ...

    "Dalam pertemuan tadi dibahas evaluasi dari kemajuan beberapa proyek yang dilaporkan oleh Presiden JICA," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers.

    Menurut Sri Mulyani, ada tiga proyek yang dibahas Kitaoka dan Jokowi. Ketiga proyek itu adalah kereta MRT (mass rapid transit), Pelabuhan Patimban, dan kereta cepat Jawa Utara. Adapun inti pembahasannya adalah Jokowi meminta JICA berkomitmen terus mendukung proyek-proyek strategis di Indonesia.

    "Presiden juga menanyakan beberapa proyek yang bisa dipercepat pembangunannya sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya," ucap Sri Mulyani. 

    Jokowi juga meminta JICA ikut mendanai proyek-proyek di luar Jawa, seperti Jalan Tol Trans-Sumatera, proyek irigasi, dan proyek air bersih, mengingat masih banyak daerah tertinggal yang belum memilikinya.

    Sri Mulyani menjelaskan, proyek air bersih ditawarkan karena Jepang memiliki banyak keahlian di bidang teknologi pengelolaan air. Bahkan Jepang memiliki beberapa pengalaman membangun daerah-daerah kecil karena juga merupakan negara kepulauan.

    "Untuk Jalan Tol Trans-Sumatera, itu kan panjang sekali dari utara ke selatan, sehingga pendanaannya tidak bisa dari satu sumber saja," ujar Sri Mulyani. 

     Sri Mulyani menambahkan, JICA sudah menyatakan ingin mempelajari tawaran-tawaran itu. Namun ada sejumlah requirement yang mereka minta, seperti penjaminan dan besaran suku bunga. 

    "JICA memiliki dua policy loan, yaitu tight, di mana lebih murah dengan suku bunga hampir nol persen, jangka waktu panjang sekali. Namun harus menggunakan supplier atau komponen mereka. Kalau untight policy, itu lebih bebas karena bisa pakai kontraktor atau supplier mana pun tapi suku bunganya relatif lebih tinggi, sekitar 0,25-0,6 persen," ucap Sri Mulyani.

    Baca: Kejar Proyek Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan

    Kitaoka mengatakan pembahasan dengan Jokowi berjalan lancar dan ia sepaham dengan Jokowi bahwa pembangunan proyek strategis harus didukung. Tujuannya adalah kesejahteraan rakyat. "Kami juga sepakat atas proyek-proyek di Sulawesi, keamanan maritim, dan percepatan tiap proyek yang ada," ucapnya.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.