Pemerintah Siapkan Dana Rp 30 Miliar Bangun Pelabuhan Ende  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan matahari tenggelam di Pantai Ria Ende, Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, 17 Oktober 2015. TEMPO/Frannoto

    Pemandangan matahari tenggelam di Pantai Ria Ende, Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, 17 Oktober 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.COKupang - Pemerintah pusat segera mengalokasikan dana Rp 30 miliar untuk memperpanjang Pelabuhan Ipi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan ini rencananya dipersiapkan untuk pelabuhan peti kemas.
     
    "Pelabuhan yang ada masih butuh diperpanjang 30 meter lagi dengan dana Rp 30 miliar," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis kepada Tempo, Selasa, 25 Juli 2017.

    Simak: Berkunjung ke Indonesia, Ini yang Akan Dibahas Bos Bank Dunia
     
    Pelabuhan ini, menurut dia, telah dibangun pada 2015, tapi belum memenuhi standar sebagai pelabuhan peti kemas. Pelabuhan di Kota Pancasila ini punya potensi yang cukup besar, sehingga bisa disandarkan kapal-kapal Pelni dan peti kemas.
     
    "Saya sudah hubungi pemerintah pusat dan mereka menyatakan kesiapan untuk membantu perpanjangan pelabuhan ini," katanya.
     
    Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur Anwar Pua Geno berharap upaya yang dilakukan Dewan segera terealisasi pada perubahan anggaran 2017 ini. Sehingga Pelabuhan Ipi segera dimanfaatkan untuk pelayaran dan peti kemas. "Kami mendukung dan berharap segera terealisasi," katanya.
     
    Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad mengatakan pemerintah Ende berfokus pada pembangunan Pelabuhan Ipi yang dilakukan Dinas Perhubungan melalui Pelindo III. Jika Pelabuhan Ipi diperpanjang, bisa dimanfaatkan untuk kapal-kapal berukuran besar yang masuk ke daerah ini.
     
    "Melihat posisi palung laut, pelabuhan ini bisa disandarkan kapal Pelni dan kapal pengangkut kontainer," ujarnya. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.