Prediksi IHSG Hari Ini: Cermati Saham Infrastruktur dan Keuangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan penguatan meski secara terbatas. Menurut analis Lanjar Nafi, secara teknikal, pergerakan IHSG sesuai dengan pola sebelumnya.

    Penguatan IHSG dinilai cukup wajar dengan adanya konfirmasi rebound pada level support. "Sehingga IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan meskipun terbatas dengan range pergerakan 5765-5860," katanya dalam riset, Selasa, 25 Juli 2017. Saham-saham yang dapat dicermati adalah AKRA, ASII, BBCA, BBTN, RALS, WIKA, dan GGRM.

    IHSG memimpin penguatan saat sebagian besar indeks saham di Asia ditutup menguat 36.16 poin sebesar 0,63 persen di level 5801.59 dengan volume yang mulai terlihat optimistis. Indeks sektor infrastruktur dan keuangan menjadi penggerak utama penguatan IHSG pada awal pekan. Investor beranggapan aksi pemerintah terhadap anggaran pembangunan dan kebijakan moneter sudah cukup tepat saat ini.

    Prediksi serupa diungkapkan analis dari Binaartha Securities, Muhammad Nafan Aji Gusta. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,63 persen di level 5801.587 pada 24 Juli 2017. "IHSG akan berpotensi menuju ke level resistance di area 5.817 dan 5.832," ujarnya dalam riset, 25 Juli 2017. Adapun saham-saham yang perlu dicermati adalah ASII, BJBR, GJTL, PGAS, PPRO, dan RALS.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.