Kasus Beras Diusut karena Polisi Temukan Fakta Ini  

Reporter

Editor

Sugiharto

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Pengusutan kasus beras yang menyeret PT Indo Beras Unggul, anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera, bermula dari temuan polisi soal harga gabah kering.

Ketua Satuan Tugas Pangan Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan awal kecurigaan polisi tersebut ketika mengetahui PT Indo Beras Unggul membeli gabah kering dari petani dengan harga terlalu tinggi di sentra produksi Bekasi dan Karawang. Penetapan harga itu dinilai mematikan pengusaha penggilingan yang tak bisa membeli dari petani seharga itu.

“Mereka (PT Indo Beras) beli gabah kering panen ke petani yang awalnya Rp 3.600 per kilogram menjadi sebesar Rp 4.900 per kilogram,” kata Setyo kepada Tempo di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Sabtu, 22 Juli 2017.

Lihat jugaKasus Beras: Eks Menteri SBY Sampaikan Pembelaan PT Tiga Pilar

Kepolisian Republik Indonesia menyegel PT Indo Beras Unggul, produsen beras cap Ayam Jago, lantaran dituduh melakukan penipuan dengan menjual beras medium bersubsidi seharga beras premium. Menurut Setyo, PT Indo Beras beroperasi sejak 2010 sekaligus melakukan praktik pembelian dari petani setelah PT Tiga Pilar Sejahtera mengakuisisi sejumlah perusahaan, seperti Dunia Pangan dan Alam Makmur Sembada.

Setyo menerangkan, membeli dari petani dengan harga tinggi tentu saja diperbolehkan. Namun, petani pasti memilih menjual gabahnya ke PT Indo Beras bukan ke penggilingan. Akibatnya, sektor penggilingan tak bisa bersaing karena tak memiliki dana besar. “Sementara perusahaan itu (PT Indo beras) ada cukup modal, dia bisa memasarkan dengan leluasa.”

Namun, Setyo belum bisa menyampaikan angka pasti kerugian versi Satgas Pangan yang terdiri atas unsur Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Polri, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Fakta yang pasti, Satgas Pangan menemukan perbedaan harga antara HET beras Rp 9.000 dan harga jual dari PT Indo Beras sebesar Rp 20 ribu. “Seminggu mereka produksi beras 4.000 ton. Hitung saja,” tuturnya.

Soal jenis beras, menurut Setyo, beras premium dan medium berasal dari satu jenis, yaitu IR64. Tapi, beras medium, yakni beras patah-patah (broken), memiliki persentase 20 persen, sedangkan beras premium persentase beras broken 0-10 persen. Beras premium inilah ditemukan dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram ke pasar oleh PT Indo Beras padahal sesuai HET harganya Rp 9.000.

Apakah Ayam Jago adalah beras subsidi sehingga muncul kasus beras? Setyo menerangkan, yang disubsidi bukanlah harga berasnya melainkan pupuk dan benih untuk menghasilkan beras.

DIKO OKTARA






Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

2 jam lalu

Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

Buwas baru-baru ini mengusulkan agar pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri kembali menerima tunjangan dalam bentuk beras. Kenapa?


Polri Siapkan Aturan Kendaraan Listrik, Ini Isinya

18 jam lalu

Polri Siapkan Aturan Kendaraan Listrik, Ini Isinya

Korlantas Polri akan bergerak cepat dalam registrasi dan identifikasi kendaraan listrik, mulai penerbitan STNK dan BPKB baru.


Pengguna Motor Listrik Pakai SIM C Golongan Apa? Begini Penjelasan Polri

1 hari lalu

Pengguna Motor Listrik Pakai SIM C Golongan Apa? Begini Penjelasan Polri

Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri berencana untuk menerapkan penggolongan Surat Izin Mengemudi atau SIM C bagi para pengguna motor listrik.


Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

2 hari lalu

Polri Datangkan Pengajar Conventry University Inggris: Ajarkan Manajemen Pengamanan Stadion

Anggota Polri bersama Kementerian/Lembaga di Indonesia mengikuti pelatihan manajemen pengamanan stadion oleh Conventry University Inggris


Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kecelakaan Lalu Lintas?

3 hari lalu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Melihat Kecelakaan Lalu Lintas?

Orang yang terlibat kecelakaan dan sengaja tidak memberikan pertolongan, atau bahkan terjadi tabrak lari adalah tindak pidana.


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

3 hari lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi


Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

3 hari lalu

Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

Polri telah mengirimkan 15 orang personel untuk menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat tahun ke depan


Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

4 hari lalu

Pelemparan Bus Persis Solo oleh Pendukung Persita, Polda Metro Jaya: Ini Kejadian di Luar

Menanggapi insiden pelemparan bus resmi klub sepak bola Persis Solo, Polda Metro Jaya menyatakan sebelumnya Polri sudah membuat antisipasi.


3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Menewaskan Mahasiswa UI

4 hari lalu

3 Wasiat Titipan Kapolda Fadil Imran soal Tabrakan yang Menewaskan Mahasiswa UI

Merespons kasus tabrakan menewaskan mahasiswa UI, Hasya Atallah Syahputra, Fadil Imran menitipkan tiga pesan kepada masyarakat.


Kasus Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan AKBP Jadi Tersangka: dari Ajakan Damai hingga Pembentukan TPF

4 hari lalu

Kasus Mahasiswa UI Ditabrak Pensiunan AKBP Jadi Tersangka: dari Ajakan Damai hingga Pembentukan TPF

Kapolri memerintahkan pembentukan tim pencari fakta untuk mengusut kasus mahasiswa UI ditabrak pensiunan AKBP. Ajakan damai hingga jadi tersangka.