First Travel Beri Janji Baru kepada 20 Ribu Calon Jemaah Umrah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andika Surachman, Direktur Utama First Travel. TEMPO/Frannoto

    Andika Surachman, Direktur Utama First Travel. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah promo umrah murahnya dibekukan Otoritas Jasa Keuangan, PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travelmelontarkan janji baru.

    Direktur Utama First Travel Andika Surachman mengatakan pendaftar promo umrah sebanyak 20 ribu orang akan diberangkatkan ke Tanah Suci paling lambat sebelum Ramadan 2018 yang akan jatuh pada Juni tahun depan.

    "Mulai diberangkatkan pada November 2017 mendatang hingga sebelum Ramadan 2018," katanya kepada Tempo, hari ini, 22 Juli 2017. "Setiap bulannya sekitar 5.000 calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan."

    BacaArab Saudi Larang Jemaah Umrah Qatar Masuki Masjidil Haram 

    Sebelumnya, First Travel berjanji kepada para klien akan memberangkatkan umrah dengan biaya promosi sangat murah, yakni Rp 14,3 juta per orang. Kontan 25 ribu orang berduyun-duyun mendaftar. Tak ada penjelasan mulai kapan promo dipasarkan, kapan kepastian pemberangkatan, dan apakah dana dari klien sudah diterima seluruhnya oleh First Travel.

    Promo umrah murah tersebut belakangan bermasalah sehingga promo dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan per 18 Juli 2017. Data terakhir dari First Travel, jumlah klien yang membatalkan pendaftaran hingga 5.000 orang lebih.

    "Berdasarkan analisis kami serta pembahasan dengan First Travel dan Kementerian Agama, program ini tidak sesuai dengan harga terendah umrah. Menurut Kementerian Agama, biaya terendah sekitar US$ 1.600 atau sekitar Rp 22 juta," kata Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L. Tobing.

    Andika Surachman mengatakan hanya program promo yang dihentikan, program Reguler dan VIP First Travel tetap jalan. "Di luar (promo) itu masih berjalan seperti biasa."

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.